Ntvnews.id, Tel Aviv - Kasus perselingkuhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan setelah mantan pasangan selingkuhannya sekaligus mantan penasihat strategisnya, Dr Ruth Bar, angkat bicara ke publik.
Dilansir dari Middle East Monitor, Senin, 14 September 2026, Ruth untuk pertama kalinya memberikan keterangan mengenai hubungan tersebut setelah Netanyahu mengungkap perselingkuhan mereka dalam siaran langsung televisi nasional pada 1993.
Saat itu, Netanyahu tengah mengikuti pemilihan pendahuluan untuk menentukan pemimpin Partai Likud. Di tengah proses tersebut, seorang penelepon anonim menghubungi kediamannya dan mengancam istrinya, Sara Netanyahu. Penelepon itu menyatakan akan menyebarkan rekaman perselingkuhan Netanyahu apabila ia tidak mundur dari pencalonan.
Untuk mencegah isu tersebut mengganggu kampanyenya, Netanyahu memilih mengungkapkan terlebih dahulu persoalan itu kepada publik. Ia kemudian mendatangi studio Channel 1 dan mengakui perselingkuhannya dalam siaran televisi secara langsung.
Namun, Ruth mengatakan dirinya baru mengetahui rencana Netanyahu untuk mengungkap hubungan mereka beberapa saat sebelum siaran berlangsung. Hal itu disampaikan Ruth kepada Ben Caspit dari situs berita Maariv.
Baca Juga: Oposisi hingga Mantan PM Israel Desak Netanyahu Mundur
Dalam laporan mengenai wawancara dengan Ruth yang disiarkan pada Jumat malam melalui Channel 12, Caspit menyebut bahwa sebenarnya tidak pernah ada rekaman perselingkuhan tersebut.
Caspit juga mengatakan bahwa rumah tangga Netanyahu maupun Bar berhasil bertahan meski skandal tersebut mencuat. Karier Netanyahu bahkan terus berkembang hingga akhirnya ia menjadi perdana menteri pada 1996.
Sementara itu, Ruth Bar mampu mempertahankan identitasnya dari sorotan publik selama bertahun-tahun. Ia kemudian membangun karier sebagai psikolog dan konsultan strategis.
Kini, Ruth juga bersiap menerbitkan buku berjudul Moah Tahat Hashpa'ah atau Otak di Bawah Pengaruh. Buku tersebut membahas mekanisme pengambilan keputusan dan strategi branding.
Menurut Caspit, hubungan perselingkuhan antara Bar dan Netanyahu berlangsung selama beberapa tahun. Namun, setelah hubungan tersebut terungkap ke publik, Ruth tidak lagi menjadi bagian dari lingkaran orang-orang dekat perdana menteri.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Dok.Antara)