Ntvnews.id, Riyadh - Arab Saudi mengeluarkan peringatan terkait potensi ancaman bahaya di sejumlah wilayah. Peringatan tersebut disampaikan sehari setelah kelompok Houthi melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal balistik ke wilayah Saudi.
Serangan Houthi tersebut mengakibatkan 13 orang terluka. Selain itu, tujuh rumah dan dua kendaraan mengalami kerusakan. Pemerintah Arab Saudi pun menyatakan akan memberikan respons terhadap serangan tersebut.
"[Koalisi] akan menangani serangan itu dengan tegas demi melindungi kedaulatan Kerajaan," demikian menurut Koalisi Saudi dan pemerintah Yaman, dikutip dari AFP, Rabu, 16 September 2026.
Baca Juga: Iran Bantah Tuduhan Terlibat Serangan Drone ke Pipa Minyak Arab Saudi
Meski sempat dikeluarkan di sejumlah wilayah, peringatan ancaman tersebut hanya berlangsung dalam waktu singkat. Setidaknya terdapat tujuh kota yang mendapat peringatan dari otoritas Saudi selama dua hari tersebut.
Pada Senin, 14 September 2026, peringatan dikeluarkan untuk empat wilayah, yakni:
-
Najran
-
Khamis Mushait
-
Jazan
-
Abha
Sementara pada Selasa, 15 September 2026, peringatan kembali dikeluarkan untuk tiga kota, yaitu:
-
Jeddah
-
Taif
Otoritas Arab Saudi tidak menjelaskan secara terperinci mengenai bentuk ancaman yang menjadi dasar dikeluarkannya peringatan tersebut. Masyarakat hanya diminta segera mencari tempat yang aman serta mematuhi seluruh arahan keselamatan dari pemerintah.
Pertahanan Sipil Saudi juga meminta warga menghindari area terbuka dan menjauh dari jendela, balkon, maupun atap bangunan. Bagi masyarakat yang sedang berada di luar ruangan, mereka diminta segera masuk ke gedung terdekat atau mencari perlindungan di balik struktur yang kokoh, seperti dikutip Anadolu Agency.
Serangkaian peringatan tersebut terjadi ketika konflik antara Arab Saudi dan Houthi kembali meningkat. Kedua pihak diketahui saling melancarkan serangan yang menyasar sejumlah fasilitas strategis, mulai dari bandara hingga gudang persenjataan.
Ketegangan itu juga berlangsung di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya di kawasan Selat Hormuz.
Houthi selama ini disebut sebagai kelompok bersenjata yang memperoleh dukungan serta pendanaan dari Iran. Namun, Pemerintah Iran membantah keterlibatan dalam serangan yang dilancarkan Houthi terhadap Arab Saudi.
Bendera Arab Suadi (Istimewa)