Ntvnews.id, Riyadh - Arab Saudi menegaskan akan memberikan balasan terhadap serangan kelompok Houthi dari Yaman yang menggempur wilayahnya menggunakan rudal balistik dan drone. Pemerintah Saudi bersama Koalisi Saudi-Yaman memastikan respons tegas akan diberikan sebagai bentuk perlindungan terhadap keamanan dan kedaulatan negara.
"(Koalisi) akan menangani serangan itu dengan tegas demi melindungi kedaulatan Kerajaan," demikian keterangan Koalisi Saudi seperti dikutip dari AFP, Rabu, 16 September 2026.
Koalisi Saudi juga menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap ancaman serupa.
"(Kami juga) akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencegah tindakan bermusuhan dan ekstremis," lanjut pernyataan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan setelah Houthi melancarkan serangan ke pangkalan udara King Khalid di Khamis Mushait, wilayah tenggara Arab Saudi. Serangan dilakukan menggunakan kombinasi drone dan rudal balistik.
Seorang saksi mata mengaku mendengar suara ledakan keras dalam serangan tersebut. Api juga terlihat berkobar selama beberapa waktu setelah serangan berlangsung.
Baca Juga: Pakistan Pertimbangkan Serangan Udara ke Houthi Yaman
Pada Selasa dini hari, otoritas Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara di enam wilayah. Koalisi Saudi kemudian mengonfirmasi adanya serangan drone yang menyasar kawasan Khamis Mushait, Abha, dan Taif.
Serangan Houthi menyebabkan 13 orang mengalami luka-luka. Selain itu, tujuh rumah dan dua kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempuran tersebut.
Houthi mengklaim Arab Saudi merespons serangan mereka dengan melancarkan 50 serangan. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Saudi terkait klaim tersebut.
Serangan Houthi tidak hanya menyasar wilayah Saudi. Kelompok tersebut juga melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah Yaman yang mengakibatkan delapan personel tewas.
Arsip - Kelompok Houthi menggelar unjuk rasa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran saat mereka berkumpul di Al Sabeen Square, Sanaa (Antara)
Dalam beberapa waktu terakhir, hubungan Saudi dan Houthi kembali memanas dengan serangkaian aksi saling serang. Sasaran serangan mencakup sejumlah infrastruktur penting, termasuk bandara dan fasilitas penyimpanan senjata.
Eskalasi tersebut berlangsung di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran, terutama terkait situasi di kawasan Selat Hormuz.
Houthi selama ini disebut sebagai kelompok bersenjata yang memperoleh dukungan dan pendanaan dari Iran. Namun, Pemerintah Iran membantah terlibat dalam serangan yang dilakukan Houthi terhadap Arab Saudi.
Di sisi lain, Arab Saudi diketahui merupakan salah satu sekutu utama Amerika Serikat di kawasan. Perseteruan antara Riyadh dan Houthi sendiri bukanlah hal baru karena kedua pihak telah memiliki sejarah konflik dan permusuhan dalam waktu panjang.
Serangan Kapal dari Houthi Yaman