Jusuf Kalla: Indonesia Butuh Kurang Lebih 5 Juta Kantong Darah Setiap Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Sep 2026, 13:25
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Jusuf Kalla dan Pramono Anung Resmikan gedung PMI DKI Jusuf Kalla dan Pramono Anung Resmikan gedung PMI DKI (Pemprov DKI)

NTVNews.id, Jakarta - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla mengungkapkan tingginya kebutuhan darah di Indonesia. Setiap tahun, kebutuhan darah secara nasional diperkirakan mencapai sekitar 5 juta kantong.

Menurut Jusuf Kalla, Jakarta menjadi salah satu wilayah dengan kebutuhan darah yang cukup tinggi. Bahkan, kebutuhan darah di Ibu Kota hampir mencapai setengah juta kantong setiap tahunnya.

"Ya, di seluruh Indonesia tiap tahun dibutuhkan kurang lebih 5 juta kantong darah. DKI saja sudah hampir setengah juta," katanya saat mendampingi gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan gedung baru PMI Provinsi DKI Jakarta di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 17 September 2026.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas, Jokowi-Jusuf Kalla Hadir

Jusuf Kalla menjelaskan tingginya kebutuhan darah di Jakarta tidak hanya berasal dari warga Ibu Kota. Banyak pasien dari berbagai daerah datang ke Jakarta untuk mendapatkan layanan kesehatan dan membutuhkan transfusi darah.

Kondisi tersebut membuat PMI DKI memiliki peran yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat Jakarta, tetapi juga membantu daerah lain ketika mengalami kekurangan stok.

"Orang yang membutuhkan darah itu datang dari seluruh Indonesia. Jadi, Pak Beky itu bukan hanya melayani warga DKI, seluruh Indonesia datang," ungkapnya.

Jusuf Kalla juga menjelaskan pentingnya menjaga ketersediaan stok darah. Menurut dia, persediaan darah idealnya mampu memenuhi kebutuhan selama sedikitnya lima hari.

Baca Juga: Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei, Kisah Mantan PMI Tati Purwanti yang Bertumbuh Bersama BRI

"Rumusnya, stok darah itu harus kebutuhan 5 hari. Jadi kalau DKI Jakarta tiap hari butuh 1.000, 1.000 kantong, maka stok di sini minimum 5.000," katanya.

Menurutnya, cadangan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi berbagai kondisi yang tidak terduga. Ketersediaan stok yang memadai juga memungkinkan Jakarta membantu daerah lain ketika terjadi gangguan terhadap layanan transfusi darah.

Jusuf Kalla mengatakan kebutuhan darah dapat meningkat secara tiba-tiba ketika terjadi bencana. Dalam situasi seperti itu, fasilitas pelayanan darah di daerah terdampak bisa mengalami gangguan sehingga membutuhkan dukungan dari wilayah lain. Ia mencontohkan penyaluran darah dari Jakarta ke sejumlah wilayah di Sumatra ketika terjadi bencana.

"Seperti bencana di Sumatra tahun yang lalu atau awal tahun ini, itu kita kirim darah ke sana, ke karena mereka rumah tak tidak berfungsi unit darahnya, maka ditopang dari Jakarta. Nah, itu sebabnya kenapa tiba-tiba besar, karena dibutuhkan di luar juga. Beratus-ratus kantong, ya," ucapnya.

"Beratusan rib- kantong dikirim dari Jakarta ke Aceh, ke Medan, macam-macam pada waktu itu. Ya. Jadi kalau ada bencana di luar, ya mungkin NTT kirim lagi. Jadi memang di sini pusat untuk nasional, gitu," tutupnya.

x|close