Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Buka Peluang Adanya Reshuffle Kabinet

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Sep 2026, 10:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan melakukan perombakan atau reshuffle kabinet menjelang dua tahun masa pemerintahannya. Menurut Prabowo, para menteri telah memiliki waktu yang cukup untuk menunjukkan kemampuan dan kinerja masing-masing.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara Program Prabowo Menjawab, Rabu, 16 September 2026. Ia menjawab pertanyaan mengenai evaluasi terhadap jajaran kabinet sekaligus kemungkinan dilakukannya perombakan dalam skala besar.

"Atau Bapak merasa bahwa 'Wah 2 tahun ini sudah waktunya saya melakukan evaluasi besar-besaran dan merombak kabinet saya'. Artinya akan ada reshuffle besar-besaran Pak? Yang mungkin Bapak pertimbangkan gitu ya," tanya Jurnalis Rivana Pratiwi.

Prabowo mengatakan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya dilakukan secara berkelanjutan. Hingga saat ini, ia menilai secara objektif jajaran kabinet telah bekerja dengan baik. Namun, pemerintah tetap harus memprioritaskan sejumlah persoalan mendasar.

"Jadi gini, kalau saya evaluasinya terus menerus dan sampai sekarang secara objektif, ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke tapi saya katakan juga kepada tim, inget ya ibarat kita kesebelasan sepakbola ada pemain inti, ada striker, ada cadangan. Jadi saya fokus dulu karena Indonesia ini begitu rumit masalahnya, kita harus fokus pada hal yang mendasar," jawab Prabowo.

Menurut Prabowo, terdapat sejumlah kementerian yang saat ini tidak berada di posisi terdepan dalam menjalankan agenda prioritas pemerintah. Meski demikian, para menteri di kementerian tersebut tetap memahami tugasnya dan menjalankan pekerjaan berdasarkan kewenangan serta inisiatif masing-masing.

"Jadi pada saat ini ada beberapa kementerian yang tentunya istilahnya tidak di garis depan, tapi mereka mengerti. Dan mereka bekerja sesuai inisiatif masing-masing," ujar dia.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Gerakan Indonesia Asri, Kepala Daerah Segera Dikumpulkan

Prabowo menjelaskan bahwa apabila reshuffle dilakukan, salah satu pertimbangannya adalah menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensi dan posisi yang dibutuhkan. Pergantian juga dapat dilakukan apabila seorang pejabat dinilai tidak sesuai dengan posisi yang ditempatinya atau menghadapi persoalan tertentu.

"Jadi kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi. Dan kalau ada yang mungkin dia nggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi, mampu untuk mengganti orang yang bener," katanya.

Prabowo kemudian memberikan contoh ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan informasi mengenai seorang pejabat kepadanya. Ia menegaskan tidak akan menghalangi proses hukum apabila aparat penegak hukum memiliki bukti yang cukup.

"Atau dia sendiri yang ada masalah ya kita nggak hindari kan. Seperti saya nggak tau ada, tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, 'Pak, ini..', ya kan. 'Pejabat ini begini, begini, begini'. Ya gimana saya ya kan. Apa kami diizinkan untuk menahan. 'You ada bukti? Kalau ada bukti silakan', saya bilang. Tahu-tahu ada kejadian ya. Ada, wamen saya, ya itu tanggung jawab dia," lanjutnya.

Rivana kembali menyinggung momentum dua tahun pemerintahan Prabowo. Ia menanyakan apakah periode tersebut dapat menjadi waktu bagi Presiden untuk melakukan evaluasi sekaligus mempertimbangkan perubahan komposisi kabinet.

"Saya kira itu sesuatu yang logis ya, ya kan, 2 tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya," jawab Prabowo.

Pemerintah Siapkan Investasi Besar

Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab <b>(Istimewa)</b> Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab (Istimewa)

Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi CNBC Indonesia Wahyu Daniel menyoroti pertumbuhan ekonomi yang masih ditopang berbagai program pemerintah. Ia kemudian meminta penjelasan Prabowo mengenai strategi untuk meningkatkan investasi di dalam negeri.

"Ke depan bagaimana Bapak bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi 6%, 2027 targetnya 6% lewat investasi swasta, karena kita lihat Malaysia, Vietnam sudah berlomba-lomba memberikan kemudahan perizinan, kepastian hukum untuk bagaimana investasi ini bisa ditarik. Mungkin kunjungan Bapak ke Rusia, ke BRICS itu, salah satunya untuk mengundang mereka untuk berinvestasi. Tapi di tengah situasi persaingan yang ketat gini, bagaimana seorang Prabowo Subianto itu bisa meyakinkan investor masuk ke Indonesia, ciptakan lapangan kerja, membangun kembali industrialisasi yang selama ini kita cita-citakan ya, Pak," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah akan menyambut masuknya investasi dalam jumlah besar dalam waktu dekat. Ia menyebut investasi tersebut diharapkan turut menciptakan lapangan pekerjaan baru.

"Ya, saya lihat ya, investasi sampai sekarang menepati target APBN. tahun 2025 Rp 1.931 triliun, investasi. Ini belum selesai, ini angka Juni 2026 sudah Rp 1.010 triliun. Kita sudah buka tahun ini Rp 1,4 juta lapangan kerja, tahun 2025 Rp 2,7 juta lapangan kerja baru. Dan ini investasi bukan dari program pemerintah, bukan MBG, bukan Koperasi Merah Putih," kata Prabowo.

Prabowo menyebut kondisi ekonomi global turut memengaruhi situasi investasi. Namun, ia mengatakan terdapat sejumlah investasi besar yang akan masuk ke Indonesia dalam waktu mendatang.

"Jadi karena ini gejolak global, ya. Dan ini beberapa minggu ke depannya, Anda tunggu aja, Karena saya sudah tahu ya, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," lanjutnya.

Prabowo juga menyinggung adanya pihak-pihak yang menurutnya tidak menginginkan Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat. Ia mengaitkannya dengan proyeksi Indonesia yang disebut berpeluang masuk jajaran negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2050.

"Saya, terus terang aja ya, tapi saya mengerti apakah itu politik, apakah itu ada campur tangan asing, ya, ingin selalu menghajar Indonesia. Tiap kali kita mau take off, kita terlalu besar, kita terlalu kaya. Semua orang, semua orang sudah yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan," katanya.

x|close