Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Rusia mulai kehilangan kendali atas industri minyak diesel sebagai dampak perang dengan Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat setengah tahun.
"Rusia sayangnya kehilangan kendali atas Industri Minyak Diesel karena perang dengan Ukraina," kata Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Senin, 21 September 2026.
Trump kemudian mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas pengolahan diesel di Rusia mengalami kerusakan dan berhenti beroperasi.
"Sejumlah kilang diesel sudah meledak, setidaknya untuk sementara, tidak beroperasi."
Di tengah situasi tersebut, Trump kembali mendorong agar konflik antara Rusia dan Ukraina segera dihentikan.
"Perang yang tak masuk akal dan tak berkesudahan dengan Ukraina ini harus diakhiri," ujar dia.
Trump juga mengatakan dampak konflik tersebut dirasakan masyarakat di berbagai negara. Menurut dia, sekitar 25.000 orang, yang sebagian besar merupakan tentara, meninggal setiap bulan akibat perang tersebut.
"Sungguh memalukan," imbuh dia.
Baca Juga: Kirim Logistik ke Papua, TNI AD Siapkan Dua Helikopter Baru Buatan Rusia
Sebelumnya, Trump menyalahkan Ukraina atas serangan terhadap fasilitas di Rusia yang menurutnya turut mendorong kenaikan harga bahan bakar diesel. Namun, sejumlah ahli membantah klaim tersebut dan menyebut kenaikan harga lebih berkaitan dengan perang antara Amerika Serikat dan Iran, seperti dikutip Kyiv Independent.
Selama konflik berlangsung, Ukraina telah berulang kali melancarkan serangan terhadap depot serta kilang minyak di wilayah Rusia. Serangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan perekonomian Moskow sekaligus mengurangi kemampuan Rusia dalam melanjutkan perang.
Sebagai respons, Rusia juga melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina menggunakan drone dan rudal. Serangan tersebut menyebabkan gangguan terhadap jaringan energi dan memicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
Hari terakhir pemungutan suara pemilu parlemen Rusia diwarnai serangkaian serangan ratusan drone Ukraina di wilayah Moskow (Istimewa)