Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak pernah surut. Pemerintah dan masyarakat Indonesia, menurut dia, terus mendukung hak-hak rakyat Palestina serta perjuangan menuju kemerdekaan.
“Indonesia akan selalu dan selamanya berdiri bersama Palestina,” ujar Menag di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin saat menerima Mufti Agung Al-Quds sekaligus Imam Masjid Al-Aqsa Palestina, Syekh Muhammad Hussein, bersama Penasihat Presiden Otoritas Palestina untuk Urusan Agama yang juga Hakim Syariah Tertinggi, Mahmoud Al-Habbash.
Kedua tokoh Palestina itu berada di Indonesia untuk menghadiri International Grand Imam Conference (IGIC) 2026. Forum tersebut berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada 25 hingga 28 September 2026.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Berhentikan Rektor UINSA
IGIC 2026 tidak hanya menjadi forum pertemuan para pemimpin keagamaan. Kegiatan tersebut juga memberikan ruang khusus untuk membahas persoalan kemanusiaan dan perjuangan kemerdekaan Palestina.
Dalam pertemuan tersebut, Nasaruddin kembali menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari sikap Indonesia. Ia menyebut pembelaan terhadap hak rakyat Palestina bukan hanya berkaitan dengan politik luar negeri, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan dan amanat konstitusi.
“Kemerdekaan Palestina adalah harga mati, dan kami di Kementerian Agama berkomitmen untuk menerjemahkan dukungan tersebut ke dalam langkah-langkah nyata yang berdampak langsung bagi masa depan generasi muda Palestina,” kata Menag.
Salah satu bentuk dukungan yang disiapkan pemerintah adalah program beasiswa pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Palestina. Nasaruddin mengatakan generasi muda Palestina diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Lantik Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren Pertama
Program tersebut mencakup kampus di bawah naungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun universitas mitra lainnya.
“Kami ingin investasi jangka panjang bagi Palestina diwujudkan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusianya. Beasiswa ini adalah jembatan ilmu dan persaudaraan, agar kelak para pemuda Palestina memiliki fondasi intelektual yang kokoh untuk membangun dan memimpin kembali tanah air mereka,” kata dia.
Kehadiran Syekh Muhammad Hussein dalam IGIC 2026 juga menjadi bagian penting dalam rangkaian forum tersebut. Mufti Agung Al-Quds sekaligus Imam Masjid Al-Aqsa itu dijadwalkan menyampaikan pidato khusus dan memimpin dialog mengenai perdamaian dunia.
Forum tersebut diharapkan dapat memperluas kesadaran para pemimpin agama dari berbagai negara mengenai kondisi kemanusiaan di Palestina sekaligus mendorong solidaritas lintas negara.
IGIC 2026 juga menjadi momentum pertemuan para ulama dan pemimpin agama untuk memperkuat upaya perdamaian serta dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
(Sumber: Antara)
Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan Mufti Agung Al-Quds sekaligus Imam Masjid Al-Aqsa Palestina, Syekh Muhammad Hussein, serta Penasihat Presiden Otoritas Palestina untuk Urusan Agama yang juga Hakim Syariah Tertinggi, Mahmoud Al-Habbash, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat, 25 September 2026. (Antara)