Jalur Pendakian Torean dan Senaru Rinjani Masih Ditutup

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Sep 2026, 09:58
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Jalur pendakian Torean yang terdampak kebakaran hutan di kawasan Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 30 September 2026. Jalur pendakian Torean yang terdampak kebakaran hutan di kawasan Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 30 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Mataram - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menutup sementara jalur pendakian Torean dan Senaru akibat penanganan kebakaran hutan di kawasan Bukit Setampol, Puncak Sangkareang, Gunung Rinjani, Lombok.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardiarsito mengatakan penutupan kedua jalur tersebut belum memiliki batas waktu yang ditentukan.

"Jalur wisata pendakian Senaru dan jalur Torean masih ditutup sementara sampai batas waktu belum ditentukan," kata Astekita di Mataram, Rabu, 30 September 2026.

Bagi pendaki yang telah memiliki e-ticket melalui jalur Senaru, pengelola memberikan pilihan untuk menjadwal ulang pendakian atau menggunakan jalur Sembalun sebagai pintu masuk dan keluar hingga jalur Senaru kembali dibuka.

Baca Juga: Luas Kebakaran Kawasan Gunung Rinjani Capai 589,23 Hektare

Sementara itu, pendaki yang masih berada di kawasan Gunung Rinjani dan sebelumnya memilih Senaru maupun Torean sebagai jalur keluar akan diarahkan menuju Sembalun sesuai dengan petunjuk petugas di lapangan.

"Pendaki yang masih di dalam dan memilih Senaru dan Torean sebagai pintu keluar diarahkan keluar via Sembalun sesuai arahan petugas," ujarnya.

Astekita menjelaskan kebakaran yang terjadi di jalur pendakian Senaru serta Resor Torean dan Senaru merupakan kebakaran permukaan. Material yang terbakar meliputi hutan cemara gunung, semak belukar, perdu, rumput, savana pegunungan, dedaunan kering, serta berbagai vegetasi bawah lainnya.

Berdasarkan pemantauan sementara hingga Selasa, 29 September 2026, luas kawasan yang terdampak kebakaran mencapai 1.098,75 hektare. Namun, tidak ditemukan titik api baru maupun perluasan kebakaran.

Baca Juga: Api di Jalur Pendakian Gunung Rinjani Padam, Balai TNGR Imbau Pendaki Tetap Waspada

"Berdasarkan pemantauan sementara sampai 29 September 2026, luas areal terdampak mencapai 1.098,75 hektare dan tidak terdapat titik api baru/meluas," kata Astekita.

Ia menegaskan luas tersebut masih berupa perkiraan sementara dan akan diperbarui berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, dokumentasi menggunakan drone, serta verifikasi terhadap batas wilayah yang terdampak.

"Angka masih estimasi sementara dan akan diperbarui berdasarkan pemantauan lapangan, dokumentasi drone, dan verifikasi batas areal," ujarnya.

Pemantauan kawasan kebakaran saat ini dilakukan menggunakan drone dari jarak sekitar 350 meter. Dari hasil pemantauan, masih ditemukan sejumlah pohon yang sebelumnya terbakar. Kondisinya terisolasi dan tidak menunjukkan adanya perambatan api.

Untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api, petugas tetap bersiaga. Pengawasan juga diperketat melalui patroli serta pemeriksaan barang bawaan.

"Tim tetap siaga antisipasi penyalaan kembali. Pengawasan diperkuat via patroli dan pemeriksaan barang bawaan," katanya.

Kebakaran di Bukit Setampol, Resor Torean, kawasan Gunung Rinjani Lombok, pertama kali terjadi pada Selasa, 22 September 2026. Hingga kini, petugas masih melakukan penanganan meskipun tidak lagi terlihat titik api baru di kawasan tersebut.

Kebakaran Lahan di Bukit Setampol Rinjani Meluas hingga 723,7 Hektare

Petugas BPBD Kabupaten Banjar berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026) <b>(Antara)</b> Petugas BPBD Kabupaten Banjar berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026) (Antara)

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Bukit Setampol, Resor Torean di jalur pendakian Gunung Rinjani Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat meluas hingga melahap 723,7 hektare di kawasan itu.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin mengakui api yang pertama kali muncul pada Selasa (22/9) sekitar pukul 18.50 Wita itu hingga kini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Luas sementara areal yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai 723,7 hektare.

"Kondisi saat ini api masih membakar vegetasi. Dari total 723,7 hektare terdampak, sebanyak 74,161 hektare berhasil dipadamkan," ujarnya melalui keterangan di Mataram dikutip dari ANTARA.

Ia mengatakan tim gabungan masih terus berupaya melakukan pemadaman di lapangan. Namun, hingga kini api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya lantaran proses pemadaman menghadapi kendala berat.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Load More
x|close