Eks Perdana Menteri Peringatkan Militer Israel Terancam Runtuh akibat Krisis Personel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 09:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
400 Ribu Orang Mengungsi ke Suriah Akibat Agresi Militer Israel di Lebanon 400 Ribu Orang Mengungsi ke Suriah Akibat Agresi Militer Israel di Lebanon (ANTARA)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett memperingatkan kondisi militer Israel yang disebut menghadapi risiko keruntuhan akibat kekurangan personel dalam jumlah besar.

Dilansir dari AFP, Kamis, 1 Oktober 2026, Bennett menilai pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertanggung jawab atas persoalan perekrutan yang terus berlangsung, khususnya di tengah polemik mengenai kewajiban militer bagi warga Yahudi ultra-Ortodoks.

Bennett yang kini memimpin aliansi oposisi menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan Channel 12 pada Selasa, 29 September 2026. Ia menggambarkan kondisi militer Israel sebagai "peringatan keamanan strategis yang serius".

Menurut Bennett, jumlah personel militer Israel saat ini tidak mencukupi untuk menghadapi seluruh ancaman yang selama ini disampaikan pemerintah.

Ia menjelaskan, konflik berkepanjangan telah menyebabkan para tentara mengalami kelelahan sekaligus memengaruhi kesiapan operasional militer.

Baca Juga: PM Israel Netanyahu Diam-diam Kunjungi UEA, Ada Apa?

Bennett mengatakan persoalan kekurangan personel bahkan membuat pasukan Israel dalam sejumlah situasi harus meninggalkan posisi yang sebelumnya telah mereka kuasai. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena jumlah pasukan yang tersedia tidak cukup untuk mempertahankan wilayah tersebut.

Bennett juga menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilainya mendukung upaya "menghindari wajib militer". Ia menyatakan pihak yang memilih koalisi yang mendukung kebijakan tersebut "secara langsung menentang tentara Israel".

Selain persoalan perekrutan, Bennett mengkritik Netanyahu yang terus menyampaikan peringatan mengenai kemungkinan serangan dari musuh-musuh Israel.

Bennett menilai peringatan tersebut tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai kewajiban menjalani dinas militer.

"Netanyahu sekarang memperingatkan bahwa musuh-musuh Israel sedang merencanakan serangan, tetapi selama dia terus mendorong penghindaran wajib militer secara massal dan berkontribusi pada runtuhnya tentara Israel, siapa sebenarnya yang akan melawan mereka?" katanya, seperti dilaporkan Middle East Monitor.

x|close