Apresiasi Bantuan Karhutla, 361 Anggota Tim Jepang Terima Tanda Kehormatan RI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 04:00
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada perwakilan dari 361 personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) atas dukungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026) Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada perwakilan dari 361 personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) atas dukungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel Jepang sebagai bentuk apresiasi atas bantuan signifikan mereka dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Tanah Air.

Upacara penganugerahan tersebut dilangsungkan secara khidmat di atas kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki yang tengah bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9).
 
Dari total 361 personel Japan Disaster Relief yang menerima penghargaan bergengsi itu, sebanyak 92 orang hadir langsung dalam prosesi yang juga disaksikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi beserta jajaran delegasi kedua negara.
 
Penyematan lencana kehormatan secara simbolis disematkan kepada tiga perwakilan pimpinan tertinggi JDR, yakni Commander Deployed Task Force Kolonel Nakahara Shunji, Commander Maritime Deployed Task Force Kolonel Noma Toshihide, serta Commander Aviation Unit Letnan Kolonel Wakatsuki Shinichi.
 

Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa penganugerahan tersebut merefleksikan wujud penghormatan tertinggi dari Pemerintah Indonesia atas dedikasi dan solidaritas kemanusiaan yang ditunjukkan oleh para personel Jepang dalam membantu mengatasi musibah karhutla. Kontribusi nyata tersebut dinilai sebagai manifestasi konkret dari eratnya hubungan bilateral serta kerja sama pertahanan kedua negara, termasuk implementasi nyata dari Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defense Cooperation Agreement / DCA).
 
Ruang lingkup kerja sama pertahanan RI-Jepang terbukti tidak hanya berfokus pada tataran dialog strategis maupun latihan militer bersama, melainkan juga merambah pada aksi tanggap darurat kemanusiaan saat salah satu negara dilanda bencana.
 
Dalam misi penanganan karhutla ini, Jepang mengerahkan armada helikopter angkut berat CH-47 Chinook yang diintegrasikan langsung dengan operasi Satuan Tugas TNI untuk mendukung kinerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Pengerahan bantuan asing tersebut tetap dikoordinasikan secara ketat dengan mengoptimalkan kapabilitas nasional Indonesia demi mempercepat proses pemadaman titik api serta melindungi keselamatan masyarakat secara terpadu.
 
 
Kementerian Pertahanan sebelumnya mencatat bahwa Jepang mengerahkan kapal perang JS Kunisaki beserta tiga unit helikopter CH-47 Chinook untuk memperkuat operasi pemadaman di wilayah Kalimantan.
 
Menhan Sjafrie menambahkan bahwa keterlibatan personel serta alutsista Negeri Sakura dalam misi kemanusiaan ini semakin memperkokoh pilar persahabatan dan solidaritas antar-kedua bangsa dalam menghadapi tantangan bencana alam.

Sementara itu, berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 29 September, total luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas penanganan karhutla tercatat mencapai 527,6 hektare, dengan 431,53 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan, sehingga sisa area yang masih dalam penanganan turun menjadi 96,07 hektare dari 158,36 hektare pada hari sebelumnya.
 
Enam wilayah yang menjadi fokus utama penanganan meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Barat. Guna menuntaskan sisa titik api tersebut, BNPB terus mengoptimalkan bauran operasi darat dan udara dengan mengerahkan 56 armada udara, yang terdiri atas 13 unit helikopter dan pesawat untuk keperluan patroli serta operasi modifikasi cuaca, serta 43 unit khusus untuk aksi pengeboman air (water bombing).
 
(Sumber: Antara)
 
x|close