Rangkap Jabatan Menko dan Menteri ESDM, Bahlil: Percepat Eksekusi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 17:07
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa perangkapan jabatannya bertujuan untuk mempercepat eksekusi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Bahlil, konsolidasi di tingkat kementerian koordinator dibutuhkan agar program hilirisasi dan transisi energi yang tercantum dalam Asta Cita dapat berjalan lebih cepat.

"Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya dalam Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi, dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Bahlil menyampaikan, penugasan ganda di pucuk pimpinan sektor energi tersebut merupakan amanah yang siap dijalankannya.

"Khususnya saya, dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap jadi Menteri ESDM," tuturnya.

Terkait operasional kerja, Bahlil memastikan dirinya tetap berkantor di Kementerian ESDM karena mayoritas porsi investasi hilirisasi berada di sektor tersebut.

"Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat perkembangan. Karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi, dari total investasi 100 persen, 90-nya itu ada di sektor ESDM," kata Bahlil.

Baca Juga: Sosok Luky Alfirman Wamenkeu yang Baru

Ia juga menjelaskan bahwa kementerian teknis terkait, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi, nantinya akan berada langsung di bawah koordinasi Kemenko yang dipimpinnya.

"Kementerian Investasi dan Hilirisasi itu ada di dalam koordinasi Kemenko. Itu saja kok, biasa ya," jelasnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya menteri definitif baru di Kementerian ESDM ke depan, Bahlil enggan mendahului wewenang Presiden.

"Saya hanya menjalankan sesuai dengan apa yang diperintahkan dalam Keppres (Keputusan Presiden) Bapak Presiden," tegas Bahlil.

Bahlil Resmi Dilantik Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan setelah acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) yang digelar di Jakarta <b>(Antara)</b> Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan setelah acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) yang digelar di Jakarta (Antara)

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam upacara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Sebuah jabatan baru, Bahlil dilantik sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024-2029 yang ditetapkan pada 30 September 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian sumpah jabatan yang diucapkan Menko Bahlil dituntun oleh Presiden Prabowo.

Selepas pengambilan sumpah, Bahlil kemudian menandatangani berita acara pelantikan yang disaksikan Presiden Prabowo dan selanjutnya turut menandatangani berita acara tersebut.

x|close