Ntvnews.id, Madinah - Sumber militer Houthi membantah tudingan koalisi Arab Saudi yang menyebut serangan kelompok tersebut pada pekan lalu menyasar gardu listrik Taibah yang memasok listrik ke Masjid Nabawi, Madinah.
Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 2 Oktober 2026, sumber tersebut menyebut tudingan itu sebagai kebohongan dan menilai Saudi gagal membuktikan klaim sebelumnya yang menyatakan Houthi menyerang Mekkah.
Dalam laporan media lainnya, sumber Houthi juga menyebut tuduhan tersebut "tak berdasar."
Houthi selama ini diketahui beberapa kali melancarkan serangan terhadap fasilitas minyak milik Saudi dan mengakui sejumlah serangan tersebut.
Bantahan Houthi disampaikan setelah Juru Bicara Resmi Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al Maliki, mengatakan serangan Houthi pada pekan lalu menargetkan gardu listrik Taibah di Madinah.
Gardu distribusi listrik Taibah merupakan fasilitas sipil yang memasok kebutuhan listrik untuk Masjid Nabawi di Madinah.
Al Maliki menyampaikan pernyataan tersebut setelah otoritas melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap serangan Houthi ke wilayah Saudi pada 29 September.
Baca Juga: Jelang 1 Abad Sumpah Pemuda: PEMIRA Konsolidasi Besar Menuju Indonesia Emas 2045
"Serangan teroris tersebut mengakibatkan satu transformator listrik tidak berfungsi, tanpa memengaruhi jaringan listrik," kata dia dalam laporan kantor berita Saudi Press Agency.
"Aksi teroris pengecut ini merupakan kelanjutan upaya milisi ekstremis untuk menargetkan Dua Masjid Suci dan provokasi yang disengaja terhadap jutaan umat Muslim di seluruh dunia dengan menargetkan Makkah dan Madinah," lanjut Al Maliki.
Al Maliki kemudian menegaskan bahwa koalisi Yaman dan Saudi tetap mengambil sejumlah langkah untuk mencegah serangan yang dilakukan Houthi.
Dalam beberapa waktu terakhir, pasukan koalisi yang terdiri dari Saudi dan Yaman terlibat konflik dengan Houthi. Kedua pihak masih saling melancarkan serangan, termasuk menggunakan serangan udara dan rudal.
Arab Saudi Kembali Peringatkan Potensi Bahaya di Mekkah-Madinah
Jamaah haji Indonesia menaiki bus Shalawat di Syisyah untuk menuju ke Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026). (ANTARA FOTO/Citro Atmoko) (Antara)
Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi kembali mengeluarkan peringatan terkait potensi bahaya di sejumlah wilayah. Salah satu kawasan yang masuk dalam peringatan tersebut adalah kota suci Mekkah.
Dilansir dari Reuters, Jumat, 25 September 2026, peringatan itu mencakup Mekkah, wilayah Tabuk di bagian barat laut, kawasan Laut Merah di sekitar Jeddah dan Yanbu, serta wilayah selatan Taif.
Sebelumnya, pada Selasa, 15 September 2026, otoritas Arab Saudi juga sempat mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di Mekkah, Jeddah, dan Taif yang berada di wilayah barat negara tersebut. Masyarakat diminta mencari tempat perlindungan dan mengikuti arahan keselamatan dari pemerintah.
Peringatan tersebut disampaikan melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat, berdasarkan informasi dari Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi yang dikutip Anadolu Agency pada Selasa, 15 September 2026.
Baca Juga: Iran Bantah Tuduhan Terlibat Serangan Drone ke Pipa Minyak Arab Saudi
Pihak berwenang tidak menjelaskan secara spesifik jenis ancaman yang dimaksud dalam peringatan tersebut. Warga diminta tetap tenang dan segera menuju lokasi aman terdekat, terutama di dalam bangunan atau ruangan yang berada jauh dari jendela hingga situasi dinyatakan aman.
Badan Pertahanan Sipil juga meminta masyarakat menjauhi ruang terbuka, jendela, balkon, dan bagian atap bangunan. Bagi warga yang sedang berada di luar ruangan, mereka diminta segera masuk ke gedung terdekat atau mencari perlindungan di balik penghalang yang kuat.
Arsip - Kelompok Houthi menggelar unjuk rasa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran saat mereka berkumpul di Al Sabeen Square, Sanaa (Antara)