Gus Miftah Masuk Jajaran Pengurus PBNU 2026-2031

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Okt 2026, 09:25
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Gus Miftah Gus Miftah (NTVNews)

 

Ntvnews.id, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengumumkan susunan kepengurusan baru untuk masa khidmah 2026-2031. Dalam perombakan ini, pendakwah kondang Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang akrab disapa Gus Miftah, resmi masuk dalam daftar pengurus dan mengemban amanah sebagai salah satu Ketua PBNU.

Penunjukan dai kelahiran Lampung ini dinilai sebagai langkah strategis PBNU untuk merangkul aspirasi umat dari berbagai kalangan, sekaligus memperkuat jajaran kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Ketua PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menjelaskan bahwa perombakan kabinet kepengurusan ini didasari oleh tekad organisasi untuk menciptakan representasi yang adil dan merata bagi seluruh kelompok usia.

"Ini dimaksudkan kita ingin ada apa, pemerataan. Pemerataan dari semua jajaran, dari generasi-generasi yang awal sampai akhir," jelas Gus Kikin dalam siaran pers resminya, 4 Oktober 2026.

Lebih lanjut, Gus Kikin memaparkan bahwa pihak internal juga berupaya mengintegrasikan berbagai badan otonom (banom) di lingkungan NU agar roda organisasi bergerak lebih harmonis.

Baca Juga: Gus Miftah Salurkan Bantuan Presiden untuk Renovasi Rumah Ibadah Terdampak Gempa NTT

"Kemudian dari seluruh jajaran lembaga-lembaga yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama, itu ada IPNU, IPPNU, maupun Ansor, itu kita seimbangkan. Sehingga semuanya kira-kira kurang lebih kita dari tiga unsur itu ditambah dengan unsur-unsur yang lain, itu kita seimbang semuanya," tegasnya.

Secara keseluruhan, PBNU mengukuhkan 210 nama tokoh dalam susunan kepengurusan masa bakti teranyar ini. Komposisi baru ini secara sengaja memadukan kebijaksanaan para ulama sepuh dengan figur populis yang digemari oleh Generasi Z.

Kehadiran Gus Miftah di jajaran elit PBNU diharapkan mampu memecah kebuntuan komunikasi antargenerasi. Penetrasi syiar pendakwah berambut gondrong ini terbukti masif dan efektif dalam menyebarkan narasi toleransi, khususnya ke kalangan pelajar hingga pekerja muda perkotaan. PBNU menaruh harapan besar pada pengaruh kultural yang dimilikinya di akar rumput.

Sebagian pengamat memandang keterlibatan Gus Miftah akan membawa angin segar bagi modernisasi syiar Islam. Namun, tantangan besar tetap menanti. Sang penceramah harus mampu menyelaraskan ritme dakwah lapangannya yang selama ini luwes dengan ketatnya tata kelola birokrasi organisasi formal PBNU.

Di luar urusan syiar dan dakwah, posisi Gus Miftah di tubuh PBNU juga memiliki nilai tawar strategis secara politik. Publik mengenal dekat relasi harmonis sang dai dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

x|close