Karutan Ungkap Cara Narkoba Masuk Rutan Usai Video Pesta Narkoba

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Okt 2026, 10:34
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kepala Rutan (Karutan) Depok, Ario Galih Maduseno Kepala Rutan (Karutan) Depok, Ario Galih Maduseno (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Depok tengah menyelidiki dugaan adanya sekelompok pria yang berjoget dan mengonsumsi narkoba di dalam fasilitas tersebut. Dugaan ini muncul setelah beredarnya informasi dan potongan video yang mengklaim peristiwa itu terjadi di dalam Rutan Depok.

Kepala Rutan (Karutan) Depok, Ario Galih Maduseno, memberikan penjelasan terkait bagaimana barang terlarang tersebut bisa lolos masuk. Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi awal, narkoba tersebut masuk karena dibawa dari luar.

"Kalau investigasi (narkoba) melalui dibawa," ungkap Ario pada Senin, 5 Oktober 2026.

Baca Juga: Soal Rehabilitasi Narapidana Narkoba, BNN Sebut Hampir 80 Persen Isi Lapas Tahanan Narkotika

Ario yang baru menjabat sekitar satu bulan ini menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga keamanan dan memberantas narkoba di dalam rutan. Ia menyatakan bahwa razia terus dilakukan secara intensif, baik secara rutin maupun insidental (mendadak).

"Tentunya kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan razia akan terus-menerus, tentunya dengan pendekatan persuasif," ucap Ario.

Selain upaya internal, Ario juga menyebutkan bahwa pihaknya menggandeng pihak eksternal untuk memperkuat komitmen antinarkoba dan memaksimalkan razia.

Lebih lanjut, Ario mengakui adanya kendala keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengawasi penghuni rutan, yang turut berkontribusi pada terjadinya peristiwa tersebut.

"Juga karena keterbatasan SDM, jumlah (penghuni) per hari ini 1.279, sedangkan yang shift berjaga itu 10 orang," jelasnya.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa penguatan terhadap seluruh personel terus dilakukan.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Depok, Bogi Nurseto, menyatakan bahwa pemeriksaan internal sedang berlangsung untuk memastikan kebenaran video yang beredar.

"Menindaklanjuti hal tersebut, saat ini kami melaksanakan pendalaman, pengecekan, dan penelusuran secara internal untuk memastikan yang sebenarnya," ujar Bogi.

Bogi menegaskan, pihak rutan tidak akan mengabaikan aduan dari masyarakat. Setiap laporan dan video yang beredar akan ditelusuri secara profesional berdasarkan bukti-bukti material yang ada di lapangan. Investigasi mendalam ini juga dibarengi dengan evaluasi dan pengetatan pengawasan keamanan guna menjaga integritas Rutan Depok.

"Kami tidak mengabaikan setiap informasi yang disampaikan masyarakat. Setiap informasi menjadi perhatian dan kami tindak lanjuti berdasarkan fakta serta hasil pengecekan di lapangan. Untuk itu, saat ini kami masih melakukan pendalaman investigasi," pungkas Bogi.

x|close