Bikin Resah Warga Jaksel, Polisi Usut Aksi Petasan Dinyalakan Sejak Saat Peringatan Maulid

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Okt 2026, 16:11
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar petasan dinyalakan selama satu jam saat perayaan Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026) Tangkapan layar petasan dinyalakan selama satu jam saat perayaan Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Pihak kepolisian bersama jajaran kelurahan tengah mengusut aksi menyalakan petasan selama satu jam penuh yang memicu keresahan warga saat perayaan Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 3 Oktober 2026 malam lalu.

"Sudah monitor, ini pihak-pihak sudah dipanggil ke kantor kelurahan," ujar Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam kepada para wartawan di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.

Lurah Pondok Pinang Dina Roslina menjelaskan, insiden tersebut bermula ketika sebuah keluarga menggelar acara pengajian sekaligus haul untuk mendoakan almarhum kerabat mereka. Namun, rangkaian kegiatan ditutup dengan penyalaan kembang api dan petasan yang berujung pada terganggunya ketenteraman warga sekitar. Aksi tersebut kian disorot lantaran pihak penyelenggara tidak mengantongi izin resmi dari kepolisian, sehingga memicu protes keras dari masyarakat yang merasa dirugikan.

"Informasi dari para pihak penyelenggara ya bahwa mereka ini telah berkoordinasi dengan RT/RW setempat gitu ya, dengan Babinsa setempat. Namun memang secara resminya belum diteruskan kepada pihak kepolisian," ucap Dina.
 

Peristiwa ini sebelumnya sempat viral di berbagai platform media sosial setelah menuai gelombang keluhan dari warga sekitar. Berdasarkan laporan, petasan dinyalakan secara berulang-ulang hingga sekitar pukul 01.00 WIB, sehingga mengganggu waktu istirahat masyarakat.

Suara ledakan yang masif tersebut membuat sejumlah anak kecil terbangun dan menangis. Salah seorang warga bahkan melayangkan keberatan khusus karena kebisingan tersebut berdampak buruk pada anaknya yang berkebutuhan khusus. Puncak ketegangan terjadi ketika seorang ibu mendatangi lokasi untuk melayangkan protes langsung kepada pihak penyelenggara acara.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close