Jadi Wamentan, Letjen Saleh Mustafa Pensiun Dini dari TNI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Okt 2026, 16:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kiri) berbincang dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali (tengah) dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (kanan) usai upacara penurunan Bendera Italia di dek pe Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kiri) berbincang dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali (tengah) dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (kanan) usai upacara penurunan Bendera Italia di dek pe (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan Letjen Saleh Mustafa akan menjalani pensiun dini dari dinas militer setelah ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).

Agus mengatakan langkah tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku bagi prajurit TNI yang mendapat penugasan di kementerian.

"Ya, kalau ke kementerian kan pensiun dini ya," kata Agus di Mabes TNI, Senin, 5 Oktober 2026.

Ketika kembali ditanya mengenai status Saleh Mustafa sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Agus menegaskan bahwa yang bersangkutan akan pensiun dini dari TNI.

"Iya, sesuai aturan begitu," ujarnya.

Baca Juga: Stadion GBK Dipadati Penonton, Seluruh Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Terjual Habis

Sebagai informasi, sebelum menjabat sebagai Wamentan, dia menduduki posisi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Pria kelahiran Ternate, 14 Maret 1969 ini berprestasi saat menjalani karier militer.

Sejak muda dia juga dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan berprestasi. Muhammad Saleh Mustafa merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) pada 1991, dan satu angkatan dengan Jenderal Agus Subiyanto. Perwira tinggi ini berasal dari kecabangan Infanteri dengan spesialisasi di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Dia menempuh berbagai pendidikan militer bergengsi antara lain Sesarcabif, Dik PARA, dan Dik PARA utama yang memperkuat kemammpuan di bidang operasi khusus.

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa juga menyelesaikan Dik Komando pada 1992, Diklapa I dan II, serta Dikreg Seskoad.

x|close