Imipas Sebut Petugas Rutan Depok Fasilitasi Pesta Narkoba Narapidana

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Okt 2026, 09:29
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Irjen Kemenimipas Rudi Setiawan, di Jakarta, Senin (5/10/2026). Irjen Kemenimipas Rudi Setiawan, di Jakarta, Senin (5/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengungkap keterlibatan oknum petugas dalam kasus dugaan pesta narkoba yang melibatkan narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Depok.

Temuan ini didasarkan pada hasil diskusi internal kementerian mengenai insiden yang terekam dalam video amatir yang viral tersebut.

Inspektur Jenderal Kemenimipas, Rudi Setiawan, secara gamblang membenarkan adanya indikasi kuat keterlibatan pegawai rutan. 

"Kami sudah diskusikan bahwa ada pegawai kami yang turut membantu menyediakan narkoba dan menyediakan alat-alat yang digunakan untuk berpesta," tegas Rudi, 7 Oktober 2026.

Baca Juga: Buntut Video Viral Pesta Narkoba, Dua Petugas Rutan Kelas I Depok Dilaporkan ke Polisi

Meskipun demikian, Rudi mengakui bahwa pihaknya belum menerima laporan komprehensif dari Kantor Wilayah (Kanwil) terkait. Informasi yang diperoleh sejauh ini masih sebatas dugaan kuat keterlibatan oknum petugas dalam memfasilitasi aksi terlarang tersebut. Kemenimipas berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini. 

"Tentunya ini akan kami dalami dan pasti kami jatuhi hukuman ya," janji Rudi.

Penyelidikan Berlangsung Intensif

Ilustrasi tahanan. Ilustrasi tahanan.

Sementara itu, Kepala Rutan Depok, Ario Galih Maduseno, mengonfirmasi bahwa penyelidikan internal tengah berlangsung secara intensif. Kejadian memalukan ini dipastikan terjadi di dalam area rutan yang dipimpinnya.

Hingga saat ini, pihak Rutan telah memeriksa 22 narapidana dan dua orang petugas. Fokus penyelidikan semakin mengerucut pada beberapa individu.

"Kalau kita pemeriksaan di kamar itu ada kurang lebih 22 warga binaan dan yang kami dalami lagi ada sekitar tiga sampai empat orang," ungkap Ario.

Terkait oknum petugas yang diperiksa, Ario menjelaskan bahwa keduanya berasal dari posisi yang berbeda. 

"Untuk sementara ini dua orang (diperiksa). Jelas petugas kami, pegawai Rutan Depok. Posisinya ada di jajaran satuan pengamanan dan staf di bimbingan kerja," paparnya.

Guna memastikan penanganan kasus yang transparan dan akuntabel, Ario telah melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian. Selain itu, Rutan Depok juga terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendapatkan arahan lebih lanjut terkait langkah penanganan dan sanksi yang akan diberikan.

x|close