4 Juta Warga Jakarta Ikut Program Cek Kesehatan Gratis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Okt 2026, 10:41
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Warga menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) Skrining Tuberkulosis (TB) di RPTRA Kampung Perigi, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Warga menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) Skrining Tuberkulosis (TB) di RPTRA Kampung Perigi, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat sebanyak 4.030.702 orang sudah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga akhir September 2026, melampaui target pada Triwulan III 2026.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, saat dihubungi ANTARA di Jakarta pada Rabu (7/10), menyampaikan rincian capaian program tersebut.

"Hingga akhir September 2026, capaian CKG DKI Jakarta telah mencapai 4.030.702 orang atau 36,46 persen sehingga telah melampaui target Triwulan III sebesar 36 persen," kata Ani.

Kendati cakupan CKG di Jakarta telah melampaui target triwulanan, Pemprov DKI masih terus berupaya menggenjot capaian guna memenuhi target keseluruhan tahun 2026, yakni sebesar 46 persen dari total sasaran penduduk di ibu kota.

"Target hingga akhir 2026 adalah 46 persen, sehingga masih perlu menjangkau sekitar 1,05 juta orang," kata Ani, yang turut diperkuat oleh pernyataan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Provinsi DKI Jakarta, Octoviana Carolina.
 

Guna mencapai target ambisius tersebut, Dinkes DKI secara aktif memperluas akses serta memobilisasi warga melalui optimalisasi layanan CKG di Puskesmas beserta jejaringnya, pelaksanaan CKG berbasis komunitas serta tempat kerja atau perkantoran, hingga penguatan sosialisasi dan kolaborasi lintas sektor.

Sebagai catatan, Program CKG merupakan salah satu inisiatif cepat yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan tercatat sebagai program pemeriksaan kesehatan massal terbesar yang pernah diselenggarakan oleh pemerintah. Program ini telah berjalan selama lebih dari satu tahun sejak pertama kali diluncurkan pada 10 Februari 2025.

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), program tersebut telah berhasil menjangkau hingga 73,8 juta penduduk per 31 Juli 2026, angka ini bahkan sudah melampaui total capaian sepanjang tahun 2025 yang mencatatkan 70 juta peserta.

Dari total keseluruhan 73,8 juta peserta yang tercatat, sebanyak 62,7 juta orang menjalani proses skrining melalui puskesmas dan berbagai kegiatan komunitas, sementara 11,1 juta peserta sisanya merupakan kalangan anak sekolah.
 

Layanan CKG sendiri menyediakan fasilitas skrining gratis yang menyasar seluruh kelompok umur dan dapat diakses di lebih dari 10 ribu titik fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, sekolah, dan pusat komunitas.

Memasuki tahun 2026, Kemenkes memfokuskan langkah tindak lanjut hasil CKG pada penanganan tiga faktor risiko utama penyakit tidak menular (PTM), yakni hipertensi, kadar gula darah tinggi, serta kolesterol tinggi. Ketiga faktor tersebut dinilai sebagai pemicu terbesar munculnya penyakit katastropik seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close