Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa dirinya hanya menerima satu kali hak keuangan atau gaji meskipun mengemban posisi rangkap jabatan di kabinet.
Selain itu, ia juga memastikan bahwa pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang baru tidak akan memicu pemborosan anggaran negara, sebab operasional kementerian koordinator tersebut akan memaksimalkan efisiensi dengan memanfaatkan alokasi anggaran yang sudah ada di Kementerian ESDM.
“Saya mengatakan bahwa dengan penambahan Kemenko baru bukan berarti kita harus melakukan pemborosan. Saya nggak mau, tipe saya bukan seperti itu. Jadi kami sudah menyampaikan bahwa Kemenko Hilirisasi ini karena menterinya satu, jadi kita memakai anggaran dari kementerian ESDM,” ungkap Menko Bahlil saat diwawancarai oleh awak media di sela-sela acara Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu (7/10).
Bahkan, dalam kesempatan yang sama, Bahlil mengungkapkan bahwa selama menjabat sebagai menteri, dirinya secara konsisten selalu menyisihkan sebagian besar penghasilan maupun dana operasional kedinasan untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, termasuk mendukung aktivitas kalangan muda dan para aktivis.
“Memang secara kebetulan saya sejak menjadi menteri, InsyaAllah dari gaji saya maupun dari dana operasional saya, selalu saya sisihkan semuanya untuk saudara-saudara saya berhak untuk saya bantu. Teman-teman aktifis kan banyak ya, adik-adik saya kan banyak, jadi itu saya kasih ke situ kemudian yang membutuhkan,” ujar Menko Bahlil.
Sebelumnya, Menko Bahlil menjelaskan bahwa kehadiran kementerian koordinator baru ini dibentuk khusus untuk mengawal serta mempercepat eksekusi target strategis di bidang hilirisasi dan transisi energi yang menjadi salah satu mandat utama dari Presiden Prabowo Subianto.
Terkait fasilitas fisik, ia menyebutkan bahwa kantor operasional untuk Kemenko Hilirisasi untuk sementara waktu akan menempati gedung yang sama di Kementerian ESDM, mengingat porsi terbesar dari realisasi investasi hilirisasi saat ini terkonsentrasi di sektor energi dan sumber daya mineral.
“Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat perkembangan. Karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi, dari total investasi 100 persen, 90 persennya itu ada di sektor ESDM,” kata Menko Bahlil.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap Menteri ESDM pada Kamis (1/10). Pengangkatan dalam jabatan baru tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024-2029 yang ditetapkan di Jakarta pada 30 September 2026.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hilirisasi) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia diwawancarai wartawan di sela Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu (07/10/2026). (Antara)