Peneliti Klaim Temukan Bukti Baru Bahtera Nuh di Turki

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Okt 2026, 11:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
formasi geologis yang diyakini menyerupai Bahtera Nuh di Turki formasi geologis yang diyakini menyerupai Bahtera Nuh di Turki (Istomewa)

Ntvnews.id, Anakra - Penelitian mengenai formasi geologis yang diyakini menyerupai Bahtera Nuh di Turki kembali menjadi sorotan. Tim peneliti yang melakukan penyelidikan di lokasi tersebut mengklaim menemukan bukti baru yang semakin memperkuat dugaan bahwa formasi itu mungkin menyimpan sisa-sisa kapal yang disebut dalam kisah Nabi Nuh.

Dilansir dari New York Post, Kamis, 8 Oktber 2026, tim Noah's Ark Scans tengah mengebor formasi Durupınar di Turki bagian timur. Struktur geologis tersebut memiliki panjang sekitar 538 kaki atau 164 meter dan berada di dekat Gunung Ararat.

"Dalam arkeologi, kita berurusan dengan probabilitas, dan kami semakin mendekati titik di mana kami yakin akan mendapatkan konfirmasi pada musim dingin ini, setelah analisis tanah bersama mitra kami, Universitas Sivas, rampung," ujar Andrew Jones, pendiri Noah's Ark Scans.

Formasi Durupınar yang menyerupai bentuk kapal pertama kali ditemukan pada 1959. Sejak saat itu, lokasi tersebut menjadi objek spekulasi mengenai kemungkinan hubungannya dengan Bahtera Nuh.

Baca Juga: Fenomena Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Badan Geologi Lakukan Analisis Lapangan

Namun, keberadaan kaitan tersebut masih diperdebatkan. Sejumlah kritikus menilai formasi itu terbentuk secara alami. Jones mengatakan hasil pengeboran, pengambilan sampel tanah, serta pemindaian menggunakan radar penembus tanah yang dilakukan timnya memberikan temuan yang menurut mereka dapat menantang pandangan tersebut.

"Dulu mereka melontarkan kritik dengan mengatakan bahwa hasil pemindaian itu bisa ditafsirkan dengan berbagai cara, misalnya 'Ini hanyalah massa batuan padat, sinklin, atau blok batuan dasar'," kata Jones.

Tim tersebut, menurut Jones, telah melakukan pengeboran inti di lebih dari 12 titik di sekitar formasi. Hasilnya disebut tidak menemukan batuan dasar seperti yang diperkirakan oleh pihak yang mengkritik penelitian tersebut.

Baca Juga: MBG Hadir di Kawasan 3T: 10 SPPG Didirikan di Nabire Papua Tengah

"Nah, kami telah melakukan pengeboran inti di lebih dari 12 lokasi. Kami sama sekali tidak menemukan batuan dasar," tambahnya.

Pengeboran juga disebut menemukan lapisan tanah berwarna hitam yang memiliki kandungan unsur cukup tinggi. Sampel tersebut selanjutnya direncanakan menjalani pemeriksaan kandungan organik oleh para peneliti Universitas Ankara pada musim dingin mendatang.

"Menurut Alkitab, Bahtera Nuh adalah kapal kayu raksasa. Saat kayu membusuk, Anda akan menemukan kadar materi organik yang tinggi. Tahun ini, saat kami mengebor formasi tersebut, kami tidak menemukan lapisan batuan padat seperti yang dikatakan para kritikus. Sebaliknya, kami menemukan endapan besar tanah hitam yang sangat kaya unsur, yang diharapkan memiliki kandungan organik tinggi," ujarnya.

Para peneliti berharap pemeriksaan lebih lanjut dapat memberikan petunjuk mengenai kemungkinan adanya aktivitas manusia atau material yang berkaitan dengan kayu yang telah mengalami pembusukan di bawah formasi tersebut.

Jones juga mengacu pada survei tanah yang dilakukan pada 2024. Menurut dia, hasil survei menunjukkan kandungan bahan organik di dalam formasi yang menyerupai perahu tersebut mencapai tiga kali lebih tinggi dibandingkan sampel tanah yang diambil dari area di luar formasi.

Meski demikian, hasil analisis lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui apakah temuan tersebut benar-benar memiliki keterkaitan dengan Bahtera Nuh atau merupakan bagian dari proses geologi alami.

x|close