Ntvnews.id, Hefei - China Eastern Airlines menjatuhkan sanksi terhadap seorang penumpang yang dinilai mengganggu ketertiban dalam penerbangan setelah diduga memaksa pramugari meminta maaf sambil berlutut. Kasus tersebut sebelumnya menjadi sorotan dan menuai kritik dari warganet.
Insiden itu terjadi dalam penerbangan domestik China Eastern Airlines dari Hefei, Provinsi Anhui, menuju Dalian, Provinsi Liaoning. Maskapai kemudian melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut.
"Kami telah mengamankan bukti, mengonfirmasi fakta, dan menyelesaikan tinjauan hukum terkait insiden yang baru-baru ini terjadi di salah satu penerbangan kami," tulis maskapai dalam pernyataan yang dikutip dari SCMP, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kejadian bermula ketika seorang pramugari tengah mendorong troli untuk membagikan minuman kepada penumpang. Dalam prosesnya, siku seorang pria yang sedang tertidur tidak sengaja tersenggol oleh troli tersebut.
Seorang penumpang yang disebut dengan inisial A merekam kejadian itu. Menurut laporan A, pramugari langsung menyampaikan permintaan maaf, tetapi permintaan tersebut tidak diterima oleh penumpang pria tersebut.
A menyebut pramugari kemudian meminta maaf sambil berlutut sebanyak dua hingga tiga kali.
"Awak kabin itu berlutut dua atau tiga kali dan tetap dalam posisi tersebut untuk beberapa saat," ujar penumpang A.
A mengatakan troli yang digunakan pramugari tidak melaju dalam kecepatan tinggi dan pria tersebut juga tidak mengalami luka maupun pendarahan. Kepala awak kabin atau purser kemudian memberikan kompres es pada siku penumpang sebagai bentuk penanganan awal.
Baca Juga: Penumpang Alami Darurat Medis, Pesawat Lakukan Pendaratan Darurat
Penumpang tersebut selanjutnya meminta pemeriksaan medis setelah pesawat tiba di tujuan. Kondisi mulai terkendali setelah petugas keamanan penerbangan ikut menangani situasi.
Setibanya pesawat di bandara, penumpang itu diperiksa oleh petugas medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan trauma maupun pembengkakan pada bagian tubuh yang terdampak.
China Eastern Airlines tetap melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah bukti terkait insiden tersebut. Maskapai juga menegaskan komitmennya terhadap standar keselamatan penerbangan serta perlindungan terhadap martabat profesional para pekerja sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.
"Kami menyimpulkan bahwa perilaku penumpang tersebut telah sangat mengganggu ketertiban di dalam pesawat, serta sangat melanggar martabat pribadi dan hak karyawan kami dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, kami telah melaporkan individu tersebut kepada pihak berwenang," kata maskapai.
Tidak hanya melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang, maskapai juga memberikan sanksi kepada penumpang yang bersangkutan.
"Sesuai dengan peraturan internal kami, kami telah menangguhkan layanan penerbangan bagi penumpang ini dan sedang memberikan pendampingan psikologis serta dukungan hukum kepada awak pesawat yang terdampak," tutup maskapai.
ilustrasi pesawat. (Pixabay)