Ntvnews.id, Jakarta -Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia secara tegas menyatakan bahwa narasi yang beredar di media sosial mengenai pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai yang menyebut penembakan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Wamena oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bukan merupakan pelanggaran HAM adalah informasi palsu atau hoaks.
Unggahan di platform Facebook sebelumnya menampilkan foto Natalius Pigai disertai klaim narasi bahwa insiden penembakan tersebut tidak dikategorikan sebagai pelanggaran HAM karena KKB diklaim sedang mempertahankan haknya. Unggahan itu pun menuai berbagai tanggapan warganet yang mempertanyakan posisi serta pandangan sang menteri.
Unggahan yang menarasikan Menteri HAM Natalius Pigai nyatakan penembakan ASN di Wamena bukan pelanggaran HAM. Faktanya, Kementerian HAM menyatakan bahwa pernyataan tersebut bukan berasal dari Natalius Pigai dan tidak pernah disampaikan dalam forum resmi maupun komunikasi publik lainnya. (Facebook) Namun, pihak Kementerian HAM memastikan bahwa pernyataan kontroversial tersebut tidak pernah diucapkan oleh Natalius Pigai dalam forum resmi maupun melalui saluran komunikasi publik apa pun.
Kepala Biro Umum, Protokol, dan Humas Kementerian HAM, Pungka M. Sinaga, sebagaimana dilansir dari ANTARA, mengonfirmasi bahwa informasi yang mencatut nama pimpinan instansi tersebut adalah berita bohong.
Seiring dengan temuan tersebut, Kementerian HAM mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa meningkatkan kehati-hatian serta melakukan verifikasi secara menyeluruh terhadap setiap informasi yang beredar di dunia maya, khususnya konten yang membawa nama pejabat publik atau lembaga negara, sebelum memutuskan untuk membagikannya kepada orang lain.
Berdasarkan hasil penelusuran dan klarifikasi resmi tersebut, klaim yang menyebutkan bahwa Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan penembakan tiga ASN di Wamena bukan merupakan pelanggaran HAM dipastikan sepenuhnya tidak benar.
Rating: Hoaks
(Sumber: Antara)
Menteri HAM Natalius Pigai (Antara)