Ntvnews.id, Tokyo - Jepang menggelar kompetisi yang tidak biasa. Para peserta justru ditantang untuk menjadi orang yang paling cepat tertidur sekaligus mendapatkan kualitas tidur terbaik. Tak tanggung-tanggung, pemenangnya berkesempatan membawa pulang hadiah lebih dari Rp200 juta.
Kompetisi bertajuk Matt Race tersebut berlangsung di Tokyo dan diselenggarakan perusahaan kasur Koala Sleep Japan. Dalam perlombaan itu, peserta berbaring di atas kasur sembari mengenakan perangkat khusus untuk memantau aktivitas tidur mereka.
Dilansir dari dari AFP, Jumat, 9 Oktober 2026, peserta memiliki waktu maksimal 90 menit untuk tidur. Pemenang ditentukan berdasarkan seberapa cepat peserta terlelap serta tingkat kedalaman tidurnya.
Hadiah utama dalam kompetisi tersebut mencapai lebih dari 2 juta yen atau sekitar Rp225 juta. Perlombaan digelar di sebuah ruangan dengan pencahayaan redup. Selama tidur, peserta menggunakan alat pemantau yang dipasang di kepala untuk merekam kondisi tidur mereka.
"Jepang terkenal dengan budaya kerja kerasnya, tapi warganya sering mengalami kekurangan tidur," kata Direktur Kreatif Koala Sleep Japan, Riichiro Nakama.
Baca Juga: Toyota HiAce Lawas Ini Bukan Van Biasa, Ada Kamar Mandi, Tempat Tidur, hingga TV
Menurut Nakama, kompetisi tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari orang yang mampu tertidur paling cepat. Acara itu juga dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya durasi dan kualitas tidur.
"Dengan menjadikannya sebuah acara seperti ini, saya pikir kita bisa membuat orang tidur bersama-sama dan meningkatkan minat terhadap tidur," lanjutnya.
Persoalan kurang tidur memang masih menjadi salah satu masalah yang cukup umum di Jepang. Berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2021, rata-rata waktu tidur masyarakat Jepang mencapai 7 jam 24 menit per hari.
Jam kerja yang panjang, waktu perjalanan yang cukup lama, serta berbagai aktivitas pada malam hari disebut menjadi sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap kurangnya waktu tidur masyarakat Jepang.
Salah satu peserta, Chisato Honda, mengaku terkejut karena perlombaan tersebut terasa berlangsung sangat singkat. Menurutnya, suasana kompetisi berbeda dari perlombaan pada umumnya yang identik dengan persaingan ketat.
"Rasanya selesai dalam sekejap. Saya hampir berharap bisa tidur sedikit lebih lama, ini adalah kompetisi yang menyenangkan," ungkap Chisato.
Ilustrasi Tidur Nyenyak (Pixabay)