Ntvnews.id, Amerika Serikat - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, secara terbuka mengonfirmasi rencana penyiaran secara langsung proses eksekusi mati terhadap seorang anggota militer AS, Nidal Malik Hasan, yang akan dieksekusi oleh regu tembak.
Nidal Malik Hasan sendiri sebelumnya telah dinyatakan bersalah atas tindak pidana pembunuhan berencana yang merenggut nyawa 13 orang rekan sesama prajurit militer AS dalam insiden penembakan massal di pangkalan militer Fort Hood, Texas, pada tahun 2009 silam.
Pada hari Jumat, 9 Oktober 2026, Hegseth menyampaikan bahwa pelaksanaan eksekusi mati secara publik menggunakan regu tembak tersebut dipandang perlu agar masyarakat luas dapat memahami bahwa terdapat konsekuensi hukum yang sangat berat dan tegas atas tindakan keji semacam itu.
"Benar," tulis Hegseth di platform X setelah membagikan ulang sebuah laporan berita dari CBS News yang menyebutkan rencana pihak militer AS untuk menyiarkan detik-detik eksekusi Nidal Hasan secara langsung kepada publik.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat (AS) (Antara)