Ntvnews.id, Paris - Pemerintah Prancis yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron berjanji menambah jumlah guru pengganti setelah aksi demonstrasi pelajar berlangsung selama beberapa hari. Para siswa turun ke jalan untuk mendesak perbaikan sistem pendidikan dan peningkatan fasilitas sekolah.
Dilansir dari AFP, Sabtu, 10 Oktonber 2026, Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray menyatakan akan menyediakan 3.000 guru pengganti untuk sekolah menengah atas yang dinilai kurang mendapatkan perhatian.
Geffray juga menyampaikan bahwa tenaga pengajar akan mulai dikerahkan dalam beberapa hari ke depan untuk menggantikan staf yang tidak masuk di 114 sekolah menengah dari total sekitar 3.700 sekolah di Prancis.
Gelombang demonstrasi pelajar terjadi di berbagai wilayah negara tersebut. Para siswa menilai kondisi pendidikan saat ini masih menghadapi persoalan ketimpangan serta fasilitas sekolah yang tidak memadai.
Mereka menyoroti sejumlah masalah, mulai dari bangunan sekolah yang rusak, ruang kelas yang terlalu padat, kekurangan meja dan kursi, hingga minimnya ketersediaan guru pengganti.
Selain persoalan fasilitas, para pelajar juga mengkritik tingginya beban kerja guru dan rendahnya upah yang dinilai turut menyebabkan banyak tenaga pengajar tidak hadir di sekolah.
Baca Juga: Surat Kabar Iran Rilis Daftar Target Balas Dendam, Ada Trump hingga Macron
Kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan terutama menjadi sorotan di kawasan pinggiran Prancis. Sejumlah video yang direkam siswa dan tenaga pengajar memperlihatkan kerusakan di berbagai fasilitas, seperti atap bocor, tikus berkeliaran, lubang pada dinding dan langit-langit, serta toilet yang tidak layak digunakan.
Rekaman tersebut juga menunjukkan keterbatasan meja dan kursi yang membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam kondisi yang kurang nyaman.
"Seharusnya tidak ada orang yang lebih berpendidikan daripada yang lain ketika kita semua berada dalam sistem pendidikan publik," kata Jeanne, pelajar berusia 15 tahun, dikutip AFP.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sekitar 71.500 orang mengikuti rangkaian demonstrasi tersebut. Kepolisian juga dilaporkan telah mencatat lebih dari 500 orang dalam penanganan aksi tersebut.
Janji penambahan ribuan guru pengganti menjadi salah satu langkah pemerintah untuk merespons tuntutan pelajar. Namun, demonstrasi tersebut juga menyoroti persoalan yang lebih luas, yakni kesenjangan kualitas pendidikan, kondisi infrastruktur sekolah, serta ketersediaan tenaga pengajar di berbagai wilayah Prancis.
Arsip - Presiden Prancis Emmanuel Macron. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa.) (Antara)