Serangan Drone Ukraina Sasar Pusat Data, Internet Rusia Terganggu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Okt 2026, 17:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Hari terakhir pemungutan suara pemilu parlemen Rusia diwarnai serangkaian serangan ratusan drone Ukraina di wilayah Moskow Hari terakhir pemungutan suara pemilu parlemen Rusia diwarnai serangkaian serangan ratusan drone Ukraina di wilayah Moskow (Istimewa)

Ntvnews.id, Moskow - Serangan pesawat nirawak atau drone terhadap pusat data Yandex di wilayah Ryazan, Rusia, pada Kamis, 8 Oktober 2026, memicu kebakaran dan menghentikan operasional fasilitas tersebut. Insiden ini turut mengganggu sebagian layanan digital perusahaan teknologi itu di Rusia.

Dilansir dari AFP, Sabtu, 10 Oktober 2026, Pihak berwenang Rusia menuding Ukraina berada di balik serangan tersebut. Namun, informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu belum dijelaskan lebih lanjut dalam laporan tersebut.

Yandex, salah satu perusahaan teknologi terkemuka di Rusia, menyatakan kebakaran terjadi di pusat data yang berlokasi di Kota Sasovo. Serangan tersebut berdampak pada sebagian infrastruktur fasilitas dan membuat operasional pusat data harus dihentikan sepenuhnya.

Baca Juga: WHO Desak Rusia Transparan soal Kematian Teknisi di Pusat Riset Pes Siberia

Perusahaan memastikan tidak ada laporan korban luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, penghentian operasional pusat data berdampak terhadap sejumlah layanan digital yang bergantung pada infrastruktur tersebut.

Tim ahli kini tengah berupaya memulihkan sistem yang terdampak agar layanan dapat kembali beroperasi secara normal.

Di tengah gangguan tersebut, sejumlah pengguna di Rusia juga melaporkan kendala sementara pada layanan internet, platform perbankan, serta jaringan telekomunikasi lainnya.

Insiden ini menambah perhatian terhadap kerentanan infrastruktur digital di tengah konflik Rusia dan Ukraina, terutama ketika fasilitas teknologi menjadi sasaran serangan yang berpotensi mengganggu layanan penting bagi masyarakat.

x|close