Ntvnews.id, Jakarta - Drama musikal "Sirena Air Mata dari Lautan" tak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, tetapi juga membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Sebanyak 10 penyandang disabilitas dilibatkan sebagai pemusik dan penyanyi dalam pertunjukan ini.
Keterlibatan penyandang disabilitas menjadi salah satu sorotan dalam drama musikal "Sirena Air Mata dari Lautan".
Dalam pertunjukan ini, 7 hingga 10 anak difabel mendapat kesempatan untuk tampil dan menunjukkan kemampuan mereka di atas panggung.
Salah satunya adalah penyandang tunanetra yang bermain saksofon sekaligus tampil sebagai penyanyi.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos), Fatma Saifullah Yusuf.
Pelibatan tersebut mendapat apresiasi dari Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos), Fatma Saifullah Yusuf.
Menurut Fatma, seni dapat menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menyalurkan potensi sekaligus memperoleh kesempatan yang setara.
"Saya sangat terharu, saya sangat bangga karena drama musikal ini mengajak dan memberikan kesempatan kepada anak-anak istimewa, anak-anak disabilitas yang memiliki potensi bermain musik dan bernyanyi. Mudah-mudahan kelak bikin lagi dan mengajak lebih banyak lagi disabilitas untuk berperan di drama musikal seperti ini," ujar Fatma dalam program "NTV Today" di Nusantara TV, Sabtu (10/10/2026).
Pertunjukan ini juga melibatkan anak-anak dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa Sekolah Rakyat (SR), anak nelayan, hingga anak dari keluarga pekerja dan kelompok rentan.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Tina Astari Maman.
Penasihat DWP Kementerian UMKM, Tina Astari Maman, mengatakan sebanyak 140 anak diajak untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Mereka di antaranya merupakan siswa SMP, siswa SMK di Jakarta, serta anak-anak dari Yayasan Cancer.
"Ajak 140 anak-anak itu di antaranya ada anak SMP, anak SMK di Jakarta, dan juga anak dari Yayasan Cancer. Kenapa saya sangat antusias mengajak anak-anak untuk nonton drama musikal Sirena ini? Karena menurut saya cerita Sirena ini bagus, bisa menginspirasi dan memotivasi anak-anak bahwa dalam menggapai mimpi itu kita tidak boleh takut, kita harus berusaha, kita harus terus giat dan fokus," kata Tina.
Selain dihadiri ibu-ibu Seruni (Solidaritas Perempuan untuk Indonesia) Kabinet Merah Putih, acara ini juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh perempuan, di antaranya Iko Suhendar, Founder Epic Market Kriya Nusantara, dan Lina Tampubolon, Founder Nusantara TV.
Menurut Lina Tampubolon, drama musikal Sirena juga membawa pesan tentang keluarga, keberanian, penerimaan, serta hubungan manusia dengan sesama dan alam.
Pertunjukan ini dirancang untuk mengajak anak-anak dan keluarga memasuki dunia imajinatif melalui nilai-nilai yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Lina menilai pesan yang disampaikan dalam drama musikal tersebut relevan bagi generasi muda, terutama mengenai pentingnya menjaga kedamaian, membangun kerja sama, saling menolong, dan menghindari prasangka buruk.
Founder Nusantara TV, Lina Tampubolon.
"Pesannya baik untuk semuanya generasi muda pada saat ini, agar semuanya bisa menjaga kedamaian, kerja sama, tolong-menolong, kemudian tidak berprasangka buruk. Apa pun status sosial teman kita, kita harus menghargai itu supaya tercipta kedamaian. Kita bisa saling berkompetisi dengan baik sehingga tercipta kedamaian. Saya pikir begitu," ujarnya.
Pertunjukan ini memadukan musik, drama, koreografi, tata artistik, dan multimedia. Melalui cerita yang membawa penonton menjelajahi dunia bawah laut dan daratan, drama musikal ini juga mengangkat unsur kearifan lokal Indonesia.
Drama musikal "Sirena Air Mata dari Lautan" digelar pada 9-10 Oktober 2026 di Balai Sarbini, Jakarta.
Drama musikal