Dari Satpam hingga Penyandang Disabilitas, 28 Pasangan Ikuti Nikah Gratis PAN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Okt 2026, 20:36
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Sebanyak 28 pasangan mengikuti nikah gratis PAN. (Foto: Dok/Istimewa) Sebanyak 28 pasangan mengikuti nikah gratis PAN. (Foto: Dok/Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Lebih dari 500 pendaftar mengikuti seleksi Nikah Gratis PAN, dan 28 pasangan terpilih menikah di Gedung ISTN Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2026).

Jumlah itu sama dengan usia Partai Amanat Nasional (PAN) yang tahun ini memasuki 28 tahun. Acara yang digelar PAN melalui Fraksi PAN DPR RI ini mempertemukan pasangan dari beragam latar belakang: satpam, pengemudi ojek online, penyandang disabilitas, pasangan lansia, janda, duda, hingga pasangan yang berpacaran belasan tahun sebelum akhirnya bisa menikah.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio hadir dalam rangkaian kegiatan ini menjadi saksi nikah, turut hadir pula Ketua Fraksi PAN DPR RI Putri Zulkifli Hasan merayakan hari bahagia para pengantin.

Program pemberdayaan bertajuk "Nikah Massal PAN: Bantu Rakyat, Wujudkan Harapan" yang digelar Partai Amanat Nasional (PAN) melalui Fraksi PAN DPR RI ini memfasilitasi Nikah Gratis bagi pasangan yang terhalang biaya untuk menikah secara resmi.

Setiap pasangan memperoleh pembebasan biaya pernikahan, jasa tata rias pengantin, dan kebutuhan pendukung lainnya, serta bantuan modal usaha agar keluarga baru memiliki sumber pendapatan sejak awal.

Hak untuk menikah dijamin konstitusi. Pasal 28B ayat (1) UUD 1945 menyatakan setiap orang berhak membentuk keluarga melalui perkawinan yang sah. Dalam praktiknya, hak itu sering tertunda oleh biaya, apa pun pekerjaan, usia, dan kondisi fisik seseorang.

Ketua Fraksi PAN DPR RI Putri Zulkifli Hasan mengatakan "Hari ini saya bahagia. Bukan hanya karena acara ini besar, tapi karena 28 pasangan di sini akhirnya bisa sah, setelah menunggu, menabung, dan melewati masa tidak mudah sambil terus berharap. Karena itu, PAN menghadirkan program ini untuk membantu mereka mewujudkan harapan tersebut. Kami ingin menunjukkan bahwa latar belakang pekerjaan, usia, maupun kondisi fisik bukan alasan untuk mengabaikan kebutuhan dan harapan seseorang."

Salah satu pasangan yang mengikuti program ini adalah Mustamirul Haq dan Nurul. Keduanya telah bertahun-tahun menjalin hubungan.

Mustamirul bekerja sebagai satpam dan sempat mengumpulkan tabungan untuk menikah. Namun, tabungan tersebut akhirnya digunakan untuk membantu keluarga Nurul yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Nurul bekerja sebagai penari lepas, sementara rencana pernikahan mereka harus menunggu hingga memperoleh kesempatan yang tepat. Melalui Nikah Massal PAN, keduanya akhirnya dapat melangsungkan pernikahan tanpa terbebani biaya penyelenggaraan.

Bantuan modal usaha yang diberikan juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk merintis sumber penghasilan dan membangun kehidupan rumah tangga secara mandiri.

"Alhamdulillah dengan adanya program Nikah Massal PAN ini kami sangat terbantu," ungkapnya.

Ketua Fraksi PAN DPR RI Putri Zulkifli Hasan. (Foto: Dok/Istimewa) Ketua Fraksi PAN DPR RI Putri Zulkifli Hasan. (Foto: Dok/Istimewa)

Kisah lainnya datang dari Warkis dan Rahmawati yang telah menjalin hubungan selama enam tahun. Keterbatasan ekonomi membuat rencana pernikahan mereka terus tertunda.

Warkis tetap mendampingi Rahmawati, termasuk dalam menghadapi keterbatasan pendengaran dan komunikasi yang dialaminya.

Kesempatan mengikuti Nikah Massal PAN menjadi jalan bagi keduanya untuk mewujudkan keinginan menikah yang telah lama mereka nantikan.

Bagi pasangan ini, bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban biaya, tetapi juga membuka kesempatan untuk memulai babak baru kehidupan bersama.

"Alhamdulillah mimpi kami untuk menikah akhirnya terwujud berkat progran Nikah Massal PAN," ucapnya.

Kebahagiaan serupa dirasakan Nurlaela dan Rafly. Nurlaela, seorang penyandang disabilitas, sempat merasa khawatir apakah dirinya dapat mengenakan gaun pengantin putih yang diimpikannya. Ketika proses persiapan busana berlangsung, ukuran pakaian yang tersedia belum sesuai dengan kebutuhannya.

Panitia kemudian berkoordinasi dengan vendor untuk mengupayakan busana yang sesuai.

"Alhamdulillah bisa terpilih Nikah Massal PAN. Sebenarnya enggak nyangka bisa terpilih, tapi alhamdulillah memang sudah rezeki. Sempat insecure karena enggak tahu bakal ada baju pengantin yang pas atau enggak. Tapi alhamdulillah ada karena diusahakan oleh PAN. Terima kasih PAN," imbuhnya.

Cerita lain datang dari Dedi Gunawan dan Wahyu Septiani, yang akrab disapa Ayu. Keterbatasan biaya sempat menjadi tantangan bagi keduanya untuk melangsungkan pernikahan.

Di balik kebahagiaan pada hari akad, Ayu juga menyimpan kisah keluarga yang menyentuh. Ia dibesarkan oleh orang tua angkat yang merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Saat merencanakan pernikahan, Ayu sempat berusaha mencari ayah kandungnya, tetapi belum berhasil menemukannya. Seusai prosesi akad, Ayu menangis haru dan menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua angkatnya.

Hari pernikahannya pun menjadi momen untuk mengenang kasih sayang keluarga yang telah mendampinginya selama ini sekaligus memulai kehidupan baru.

Ketua Fraksi PAN DPR RI Putri Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa seleksi dibuka untuk semua kalangan.

Sebanyak 28 pasangan mengikuti nikah gratis PAN. (Foto: Dok/Istimewa) Sebanyak 28 pasangan mengikuti nikah gratis PAN. (Foto: Dok/Istimewa)

"Kami melihat kesiapan dan kelengkapan persyaratan, bukan latar belakang pekerjaan atau kondisi fisik. Setiap pasangan datang dengan ceritanya masing-masing, dan kami ingin memastikan tidak ada yang merasa dibedakan," tukas Putri.

Setiap pasangan didampingi keluarga, saudara, dan kerabat. Bagi peserta yang tidak dapat bertemu orang tua kandungnya, panitia memastikan pendampingan wali dan keluarga berjalan sesuai ketentuan.

Persyaratan peserta meliputi belum pernah menikah secara resmi, memenuhi batas usia minimum sesuai undang-undang, melampirkan surat persetujuan orang tua atau wali, serta bersedia mengikuti wawancara verifikasi.

Seluruh pembiayaan program berasal dari dana partai serta sumbangan dan iuran kader PAN, dan pasangan tidak dipungut biaya pada seluruh tahapan.

Melalui program ini, PAN berharap dapat membantu pasangan dari berbagai latar belakang mewujudkan pernikahan dan membuka jalan menuju kehidupan keluarga yang lebih baik. Nikah Massal PAN, Bantu Rakyat, Wujudkan Harapan. (*)

x|close