Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi menekankan bahwa anak penyandang disabilitas membutuhkan kesempatan yang setara untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, bukan perlakuan istimewa.
Hal tersebut disampaikan Arifah saat membuka Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 bertema "Sustaining Inclusion, Empowering, and Futures" di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan aspirasi anak penyandang disabilitas yang ingin mendapatkan penerimaan dan perlindungan yang setara.
"Dalam Peringatan Hari Anak, kami memfasilitasi apa sesungguhnya keinginan dari anak-anak penyandang disabilitas. Mereka tidak meminta perlakuan istimewa, mereka hanya ingin didengar, diterima, dihargai, dan dilindungi, serta diberikan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang," kata Arifah.
Arifah menjelaskan, pemenuhan hak anak penyandang disabilitas mencakup hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memperoleh perlindungan, serta berpartisipasi. Ketentuan tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, terutama Pasal 59, 70, dan 72.
Baca Juga: Menteri PPPA Sebut Kader PATBM Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kekerasan Anak
"Dan amanat undang-undang ini menunjukkan bahwa kolaborasi, sinergi, dan kerja sama ini menjadi fondasi bagaimana kita berhasil melaksanakan apa yang tertera dalam undang-undang," kata dia.
Menurut Arifah, pemenuhan kebutuhan anak berkebutuhan khusus perlu dilakukan melalui penyediaan akses yang setara. Upaya tersebut meliputi layanan kesehatan, pemenuhan gizi, pendampingan, serta ketersediaan alat bantu yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ia juga mengingatkan bahwa pemenuhan hak anak tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh satu pihak. Karena itu, kerja sama lintas sektor antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah diperlukan agar berbagai kebutuhan anak dapat ditangani secara menyeluruh.
"Tidak ada satu pun kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah yang bisa sukses dan jalan sendiri. Semua harus kolaborasi, sinergi, dan bekerja sama," kata Arifah.
Baca Juga: Kurangi 'Screen Time', Menteri PPPA Dorong Permainan Tradisional
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung. Menurutnya, pemerintah daerah tersebut telah menjadi proyek percontohan (pilot project) dalam menyediakan akses inklusif bagi anak-anak.
Arifah berharap kerja sama antara Kementerian PPPA, Pemprov DKI Jakarta, dan penyelenggara SPEKIX tidak sebatas kegiatan seremonial. Ia mendorong agar kolaborasi tersebut dilanjutkan dengan pemetaan data dan penyusunan langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan anak penyandang disabilitas.
"Kolaborasi bukan hanya sekedar pertemuan kali ini, tapi kami ingin ada tim dari SPEKIX, kemudian ada tim dari pemerintah daerah DKI Jakarta dan juga kementerian kami, bagaimana kita bersinergi dan melakukan langkah-langkah selanjutnya yang bisa menjembatani, menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kita," katanya.
Arifah turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang mendampingi dan membesarkan anak berkebutuhan khusus. Ia menegaskan bahwa para orang tua tidak harus menghadapi tantangan tersebut sendirian.
"Tidak mudah untuk menjadi orang tua dengan anak yang memiliki kelebihan khusus. Tapi ini tetap harus disyukuri dan ayah bunda tidak sendiri, kita akan melakukan ini bersama-sama," tuturnya.
(Sumber: Antara)
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan keterangan kepada pers usai menghadiri acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 bertema (Antara)