Menlu RI Jelaskan Penanganan Karhutla kepada Malaysia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Okt 2026, 10:44
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir telah berkomunikasi dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan untuk menyampaikan berbagai upaya Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas komunikasi melalui telepon antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim pada pekan ini.

“Ya kita sudah berkomunikasi dengan (Malaysia, red.), dari saya sudah berbicara juga dengan Menlu Malaysia, dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60.000 personel, kita telah menerjunkan juga 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan pengalihan cuaca,” kata Arrmanatha menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Arrmanatha, yang akrab disapa Tata, menyebut kebakaran hutan dan lahan di Sumatra serta Kalimantan masih menjadi tantangan yang harus ditangani Indonesia.

Baca Juga: Menlu RI: Tiga Personel TNI Terluka dalam Serangan ke UNIFIL Lebanon

“Harapan kita (karhutla, red.) ini segera akan reda, karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan,” ujar dia.

Sebelumnya, PM Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Prabowo pada Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam komunikasi tersebut, keduanya membahas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta Sumatra yang asapnya telah menyebar hingga ke Malaysia dan Singapura.

“Persoalan kabut asap memang mengkhawatirkan dan saya telah menghubungi Presiden Prabowo dan beliau setuju mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata PM Anwar.

Anwar kembali menegaskan bahwa Malaysia siap bekerja sama dengan Indonesia untuk mengatasi kebakaran hutan dan dampak asap yang ditimbulkannya.

Baca Juga: Menlu RI: Pentingnya ASEAN Terus Perkuat Koordinasi Hadapi Dampak Perang

“Kita menyatakan sejak beberapa minggu lalu, kesediaan kita memberikan apa pun kerja sama. Dan saya tahu ini mengkhawatirkan dan berdampak pada kesehatan rakyat,” ujar dia.

Selain itu, Anwar mengatakan telah menginstruksikan Menlu Malaysia untuk menghubungi Sekretariat ASEAN. Langkah tersebut bertujuan menggelar pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup negara-negara ASEAN guna membahas secara khusus penanganan kabut asap.

(Sumber: Antara)

x|close