Ntvnews.id, Istanbul - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Ukraina memilih pemimpin baru. Pernyataan itu disampaikan setelah ia menuding Presiden Volodymyr Zelenskyy berulang kali gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
"Saya sarankan mereka pilih pemimpin baru yang dapat membuat kesepakatan, karena dia seharusnya bisa mencapai banyak kesepakatan, tetapi karena berbagai alasan, tidak dia lakukan," kata Trump pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Ia kemudian kembali menegaskan pandangannya bahwa Ukraina perlu mengganti presidennya.
"Saya pikir sudah waktunya Ukraina memilih presiden baru," tambahnya.
Trump menilai perang antara Rusia dan Ukraina seharusnya dapat dicegah apabila dirinya menjabat sebagai presiden saat konflik tersebut terjadi.
Baca Juga: Trump Desak Ukraina Segera Gelar Pemilu
"Jika saya presidennya, kalian tidak akan menghadapi perang. Perang itu tak akan pernah terjadi," kata dia.
Presiden AS itu juga menuduh Zelenskyy telah menyia-nyiakan sejumlah peluang untuk mengakhiri konflik yang berlangsung antara kedua negara.
"Zelenskyy seharusnya bisa mengakhiri perang pada banyak kesempatan, tetapi dia memilih tidak menghentikannya," kata Trump, sembari menyebut situasi saat ini "amat sulit".
Selain mengkritik Zelenskyy, Trump turut menyoroti serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia. Menurut dia, serangan tersebut berpotensi memperburuk kelangkaan bahan bakar di pasar global dan memberikan dampak terhadap para petani di Amerika Serikat.
Baca Juga: Trump Desak Rusia dan Ukraina Hentikan Pertempuran
"Kami sudah bilang, silakan lakukan yang kalian inginkan, tetapi jangan serang kilang minyak diesel karena dapat terjadi masalah besar, kelangkaan besar," ucapnya.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. (Antara)