Ntvnews.id, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan 1.420 personel untuk membantu mengendalikan kepadatan lalu lintas pada jam sibuk pagi. Upaya tersebut dilakukan melalui program Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi) yang mulai diterapkan pada Senin, 12 Oktober 2026.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan, program Gebrak Pagi mengutamakan pemantauan langsung di lapangan dan koordinasi pada sejumlah lokasi yang menjadi prioritas penanganan kemacetan di lima wilayah administrasi Jakarta.
“Kami ingin memastikan para pejabat turut melihat langsung kondisi lalu lintas, mengidentifikasi hambatan, dan memperkuat koordinasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Tujuannya mendukung perjalanan masyarakat yang lebih lancar, aman, dan nyaman,” kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026.
Menurut Budi, kegiatan tersebut berlangsung setiap Senin, Selasa, dan Kamis mulai pukul 06.30 hingga 08.00 WIB. Pelaksanaannya melibatkan pejabat struktural, staf, serta Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Personel yang diterjunkan terdiri atas kepala dinas, wakil kepala dinas, pejabat eselon III dan IV, serta staf. Mereka ditempatkan di sejumlah titik yang menjadi prioritas untuk memantau situasi lalu lintas sekaligus membantu mengurai kepadatan kendaraan.
Budi menambahkan, jadwal dan pembagian tugas telah disusun agar pelaksanaan Gebrak Pagi tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat maupun kegiatan kedinasan lainnya.
Dishub DKI Jakarta turut mengingatkan masyarakat agar menaati peraturan lalu lintas, tidak menghentikan kendaraan atau parkir sembarangan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepatuhan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran perjalanan pada jam sibuk pagi.
Baca Juga: Polisi Ungkap Penyebab Kemacetan Parah di Jalan Raya Bekasi hingga Cakung-Cilincing
"Melalui Gebrak Pagi, Dishub menegaskan komitmennya untuk hadir dan bekerja bersama masyarakat dalam mendukung mobilitas Jakarta," katanya.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Kemacetan terjadi usai libur Lebaran 2026 di Jalan Basuki Rachmat, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin, 30 Maret 2026. (Antara)