AS Serang Kapal Kargo Berbendera Panama di Teluk Oman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Okt 2026, 13:42
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Kapal induk AS, USS George Washington, terlihat saat menjalankan misinya di Laut Mediterania bagian timur pada 5 Februari 2017. Arsip foto - Kapal induk AS, USS George Washington, terlihat saat menjalankan misinya di Laut Mediterania bagian timur pada 5 Februari 2017. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Militer Amerika Serikat menyerang kapal kargo berbendera Panama, M/V Ocean Monica, di Teluk Oman pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut kapal tersebut diduga berusaha menerobos blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap Iran.

CENTCOM menjelaskan serangan dilakukan menggunakan pesawat tempur dengan mengarahkan amunisi presisi ke bagian buritan kapal. Serangan itu menyebabkan sistem penggerak kapal tidak lagi berfungsi, tetapi tidak menimbulkan korban di antara awak kapal.

“Pesawat tempur militer AS menyerang bagian buritan kapal M/V Ocean Monica berbendera Panama menggunakan amunisi presisi, yang melumpuhkan sepenuhnya sistem penggerak kapal tanpa melukai awaknya,” kata CENTCOM melalui platform X.

Menurut CENTCOM, kapal tersebut diketahui berangkat dari salah satu pelabuhan di Iran sebelum mencoba melintasi perairan di kawasan itu.

Baca Juga: Iran Bersumpah Balas Dendam atas Serangan AS ke Pesta Pernikahan

CENTCOM juga menyatakan bahwa kapal kargo tersebut akhirnya dilumpuhkan di Teluk Oman setelah awaknya tidak mengindahkan peringatan yang telah disampaikan berulang kali.

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sebelumnya meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan serupa.

Pada pertengahan Juni 2026, Teheran dan Washington sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, kedua pihak kembali melakukan serangan tidak lama setelah kesepakatan tersebut dibuat, sementara konflik hingga kini belum terselesaikan.

Ketegangan tersebut turut mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu jalur utama pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) dunia.

Baca Juga: AS Serang Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak, Pertama Sejak Juli

Gangguan pelayaran di kawasan itu berdampak pada pasar energi global dan mendorong kenaikan harga bahan bakar di sebagian besar negara.

(Sumber: Antara)

x|close