Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa bahasa dan sastra Indonesia kini mulai diajarkan di Universitas Al-Azhar, Mesir. Hal tersebut menjadi salah satu bukti penguatan hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam bidang pendidikan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu, 11 Oktober Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga membahas sejumlah peluang kerja sama, mulai dari ekonomi, kelautan dan perikanan, hingga pertukaran keahlian.
"Saya sekali lagi ingin menyampaikan selamat datang kepada Yang Mulia Presiden Abdel Fattah El-Sisi beserta seluruh delegasi di Jakarta, Indonesia. Ini adalah kehormatan besar bagi saya dapat menerima kunjungan kenegaraan yang merupakan balasan dari kunjungan kenegaraan saya pada tahun 2025 dan sebelumnya tahun 2024," kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan, pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk mempererat hubungan kedua negara. Dalam bidang politik, Indonesia dan Mesir sepakat memperkuat konsultasi tingkat tinggi secara berkala serta mengoptimalkan mekanisme bilateral yang telah berjalan guna meningkatkan koordinasi dan menjaga dialog strategis.
Di sektor ekonomi, kedua negara berkomitmen memperluas kerja sama, terutama dalam perdagangan dan investasi. Upaya tersebut dilakukan melalui dorongan pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA) untuk membuka akses pasar yang lebih luas serta meningkatkan peluang investasi dan keterlibatan pelaku usaha dari kedua negara.
"Kami juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, bidang ekonomi, terutama bidang perdagangan, investasi. Dan untuk itu, kami telah mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement antara Indonesia dan Mesir untuk bisa membuka peluang yang lebih luas bagi akses pasar, investasi, dan keterlibatan dunia usaha kedua negara," kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo menyambut baik inisiatif pembentukan dana investasi bersama atau Joint Investment Fund yang melibatkan lembaga investasi kedua negara. Dana tersebut diharapkan dapat mendukung pembiayaan berbagai proyek strategis.
Kerja sama juga akan diperkuat di bidang kelautan dan perikanan, mencakup pembangunan berkelanjutan, konservasi sumber daya laut, pemberantasan penangkapan ikan ilegal, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian.
"Saya juga menyambut baik inisiatif pembentukan Joint Investment Fund oleh lembaga investasi kedua negara kita untuk mendorong investasi pada proyek-proyek strategis. Di bidang kelautan dan perikanan, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, konservasi sumber daya laut, pemberantasan illegal fishing, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian," tambahnya.
Baca Juga: Prabowo Dorong Hasil Nyata Kerja Sama Indonesia–Mesir di Berbagai Sektor Strategis
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Mesir turut membahas peningkatan kolaborasi di industri pertahanan. Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Mesir terhadap kebutuhan kapal TNI Angkatan Laut yang menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kawasan Timur Tengah.
"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan Mesir dalam membantu dan memberi fasilitas kebutuhan kapal-kapal TNI Angkatan Laut kita yang bertugas menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB di kawasan Timur Tengah," kata Prabowo.
Di bidang pendidikan, Prabowo menilai hubungan Indonesia dengan Mesir, khususnya melalui Universitas Al-Azhar, telah terjalin cukup lama dan perlu terus dikembangkan. Salah satu langkah yang didorong adalah meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir serta memperluas pertukaran tenaga pendidik.
"Hubungan kita dengan Universitas Al-Azhar sudah cukup lama, dan sekarang hubungan itu ingin kita tingkatkan. Saudara-saudara, sekarang di Universitas Al-Azhar sedang diberi pengajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa kerja sama kita semakin meningkat. Kita juga ingin bahwa pendidikan pelajar Indonesia, mahasiswa Indonesia ke Mesir ditingkatkan, tapi juga kita mengundang lembaga-lembaga pendidikan dari Mesir untuk hadir di Indonesia, dengan juga mengirim dosen-dosen dan tenaga-tenaga pendidik ke Indonesia," tambahnya.
Prabowo berharap kerja sama pendidikan tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Mesir. Pada saat yang sama, kehadiran dosen dan tenaga pengajar dari Mesir di Indonesia diharapkan memperluas pertukaran ilmu pengetahuan serta mempererat hubungan akademik kedua negara.
Melalui berbagai kesepakatan tersebut, Indonesia dan Mesir berupaya meningkatkan kemitraan bilateral tidak hanya dalam bidang politik dan ekonomi, tetapi juga pendidikan, pertahanan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto (Istimewa)