Dua Orang Meninggal Dunia Tertemper KA Parahyangan di Karawang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Okt 2026, 20:55
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Perlintasan sebidang Ilustrasi - Perlintasan sebidang (Antara)

Ntvnews.id, Karawang - Dua orang yang mengendarai sepeda motor meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Parahyangan relasi Gambir-Bandung di perlintasan sebidang liar di sekitar Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu, 11 Oktober 2026.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan keselamatan saat berada di sekitar jalur kereta api.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban," katanya dalam keterangan di Karawang, Minggu, 11 Oktober 2026.

Menurut Franoto, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan di perlintasan kereta api merupakan tanggung jawab bersama.

Kecelakaan itu berlangsung pada Minggu siang, 11 Oktober 2026, di perlintasan sebidang liar KM 67+400–500, tepatnya di antara Stasiun Karawang dan Stasiun Klari.

Berdasarkan informasi yang diterima, kedua korban merupakan warga Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, yang terdiri atas seorang laki-laki dan seorang perempuan. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang mereka tumpangi tertemper kereta.

Setelah menerima laporan, petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) bersama unsur pengamanan terkait langsung mendatangi lokasi untuk menangani kejadian dan mengamankan area.

Baca Juga: Polisi Beberkan Kronologi Pelajar Tewas Tertemper KRL di Kalideres: Korban Dibonceng Ayah

KAI juga berkoordinasi dengan kepolisian serta unsur kewilayahan setempat. Selanjutnya, petugas kepolisian mengevakuasi kedua korban ke RSUD Karawang dengan didampingi keluarga.

Sebelum insiden terjadi, masinis KA Parahyangan disebut telah membunyikan Semboyan 35 sebagai tanda peringatan.

Franoto mengatakan penyebab serta kronologi lengkap kejadian masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Selain menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah komponen lokomotif. Peristiwa itu juga berdampak pada perjalanan dua kereta api, yakni KA Parahyangan yang mengalami keterlambatan selama 18 menit dan KA 40 Sembrani selama 13 menit.

"Total dampak keterlambatan yang dilaporkan mencapai 31 menit," katanya.

KAI Daop 1 mengingatkan masyarakat bahwa kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak dapat berhenti secara mendadak ketika terdapat hambatan di jalur. Oleh sebab itu, pengguna jalan diminta mengutamakan keselamatan dan memastikan situasi benar-benar aman sebelum melintasi rel melalui akses yang sesuai ketentuan.

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, KAI Daop 1 Jakarta bersama pemerintah daerah, aparat kewilayahan, kepolisian, dan pihak terkait telah menutup perlintasan liar tersebut.

Baca Juga: Pramono Respons 2 Insiden Orang Tertemper Kereta dalam Sehari, Bakal Koordinasi dengan KAI

Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati ketika hendak melewati perlintasan sebidang dengan berhenti terlebih dahulu, melihat ke kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada kereta yang melintas, kemudian menyeberang setelah kondisi dinyatakan aman.

(Sumber: Antara)

x|close