Ntvnews.id, Surabaya - Bayi berusia 24 hari berinisial A di Surabaya, Jawa Timur, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. Bayi tersebut diduga mengalami kondisi kritis setelah diberi telur mentah oleh neneknya.
Kasus ini mencuat setelah tante korban, Calista Arisha, mengunggah utas di Threads untuk mencari ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) bagi keponakannya yang dalam kondisi kritis.
Baca juga: Viral Disebut Telantar dan Cari Makan dari Tempat Sampah, Ini Fakta Tiga Anak di Jaktim
Pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, Calista mengabarkan bahwa A telah meninggal dunia. Soal kemungkinan kasus ini dilaporkan ke kepolisian, Calista tidak menjelaskan secara terperinci, tetapi memastikan bahwa pihak keluarga telah menindaklanjuti kasus tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim medis yang telah berupaya memberikan penanganan terbaik bagi A.
Utasan dr Ferry (Tangkapan layar)
Menanggapi peristiwa tersebut, dokter Ferry Kusmalingga dalam utasnya di Threads mengingatkan pentingnya memahami kebutuhan nutrisi bayi baru lahir.
Menurutnya, bayi berusia 24 hari atau yang dalam istilah medis disebut neonatus belum siap menerima makanan selain ASI atau susu formula yang sesuai.
Ia menegaskan bahwa pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) umumnya baru dimulai ketika bayi berusia enam bulan, kecuali terdapat indikasi medis tertentu berdasarkan penilaian dokter spesialis anak.
Ferry juga mengingatkan agar pemberian makanan atau ramuan tradisional kepada bayi tidak dilakukan berdasarkan kepercayaan maupun saran orang awam, melainkan harus mengikuti rekomendasi tenaga medis yang kompeten.
Ilustrasi nenek kasih telur mentah ke cucu (AI)