MUI Desak Pemerintah Batalkan Konser Andrea Bocelli, Soroti Dugaan Dukungan terhadap Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Okt 2026, 11:49
thumbnail-author
Agus Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Andrea Bocelli Andrea Bocelli (Instagram Andrea Bocelli)

Ntvnews.id, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia. Desakan tersebut muncul setelah pemerintah membatalkan rencana konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed.

Baca juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Tujuh Syarat Perdamaian

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah bersikap konsisten dalam menolak kegiatan yang dinilai melibatkan figur pendukung Zionisme.

Konser Andrea Bocelli sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan di Jakarta pada 3 November 2026.

Sudarnoto menegaskan bahwa Indonesia memiliki komitmen historis dan konstitusional untuk menentang penjajahan serta penindasan terhadap bangsa Palestina.

“Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan,” ujar Sudarnoto, dikutip dari MUI Digital, Senin, 12 Oktober 2026.

Soroti Rekam Jejak Andrea Bocelli

Andrea Bocelli <b>(Instagram Andrea Bocelli)</b> Andrea Bocelli (Instagram Andrea Bocelli)

Sudarnoto menjelaskan, desakan pembatalan konser tersebut didasarkan pada sejumlah hal yang menjadi sorotan MUI. Ia menyinggung laporan mengenai keterlibatan Andrea Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana untuk pasukan militer Israel (IDF) di Los Angeles pada 2010. Selain itu, Bocelli tercatat pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

Menurut Sudarnoto, dukungan terhadap kekuatan militer yang dituding terlibat dalam pelanggaran kemanusiaan di Gaza merupakan persoalan yang tidak dapat diabaikan.

MUI juga menyesalkan adanya dugaan dukungan dari kementerian terkait, termasuk Kementerian Pariwisata serta Kementerian Kebudayaan, terhadap rencana kedatangan penyanyi tersebut.

Sudarnoto menilai, kepentingan ekonomi tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan dalam penyelenggaraan acara. Menurutnya, menghadirkan figur yang dinilai mendukung Zionisme demi keuntungan ekonomi bertentangan dengan prinsip bangsa Indonesia dalam menentang penjajahan.

“Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina,” kata Sudarnoto.

Ingatkan Fatwa MUI tentang Dukungan terhadap Israel

Lebih lanjut, Sudarnoto mengingatkan kembali ketetapan fatwa MUI yang mengharamkan dukungan terhadap Israel maupun pihak-pihak yang mendukung penjajahan Israel atas Palestina.

Ia berharap seluruh kementerian dan lembaga negara mempertimbangkan aspek kemanusiaan serta mengutamakan kemaslahatan, ketenteraman, dan harmoni di tengah masyarakat.

Menurutnya, sikap pemerintah dalam menyikapi rencana konser Andrea Bocelli perlu sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

MUI pun berharap pemerintah segera mengambil keputusan terkait rencana penyelenggaraan konser tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi jika pemerintah segera mengambil sikap tegas untuk membatalkan konser ini,” ujar Sudarnoto.

x|close