Putin Bersedia Hentikan Serangan Saat Pemilu Ukraina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 08:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin Presiden Rusia Vladimir Putin (President of Rusia)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin bersedia menghentikan serangan terhadap Ukraina pada hari pemungutan suara apabila Kyiv benar-benar berkomitmen menyelenggarakan pemilihan umum. Hal tersebut disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, 13 Oktober 2026, Pernyataan itu muncul sehari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan kesediaan Kyiv menggelar pemilu apabila Rusia menyetujui gencatan senjata selama 60 hari.

Dalam keterangannya kepada awak media, Peskov justru menuding Ukraina menginginkan jeda pertempuran bukan untuk mempersiapkan pemilu, melainkan untuk memperkuat kembali kemampuan militernya.

Menurut Peskov, gencatan senjata selama 60 hari yang diminta Kyiv bertujuan “untuk berkumpul kembali, memulihkan kekuatan, dan melanjutkan perang.”

“Pada kenyataannya, Kyiv tidak memiliki keinginan untuk menggelar pemilu. Itu sangat jelas,” kata Peskov.

Baca Juga: Prancis Ragukan Klaim Rusia soal Serangan Drone ke Kediaman Vladimir Putin

Meski demikian, Peskov menegaskan bahwa Moskow menginginkan perdamaian yang berkelanjutan di Ukraina. Ia menyebut Rusia siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan tersebut.

“Kremlin, dan Presiden Putin, serta para pejabat di tingkat lainnya, telah berulang kali menyatakan: kami tidak menginginkan gencatan senjata; kami menginginkan perdamaian jangka panjang, dan kami siap melakukan segala yang mungkin untuk mencapainya,” ujar Peskov.

Peskov juga menanggapi pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai gencatan senjata yang berkaitan dengan infrastruktur energi Rusia dan Ukraina. Kesepakatan tersebut diumumkan Trump pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Menurut Peskov, komunikasi mengenai usulan tersebut masih berlangsung. Namun, ia belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai perkembangan pembahasan antara pihak-pihak terkait.

“Saya baru saja berbicara mengenai topik ini. Begitu kami memiliki sesuatu untuk disampaikan kepada Anda, kami akan memberi tahu,” katanya.

Di sisi lain, juru bicara Kremlin itu menuding negara-negara Eropa menghambat upaya penyelesaian konflik Rusia-Ukraina. Ia menilai pendekatan yang ditempuh Amerika Serikat lebih menarik dibandingkan sikap negara-negara Eropa.

Peskov bahkan menyebut negara-negara Eropa tidak termasuk dalam pihak yang mendorong tercapainya perdamaian di Ukraina.

“Negara-negara Eropa jelas bukan bagian dari ‘kelompok perdamaian’ yang mengupayakan penyelesaian damai di Ukraina. Eropa lebih merupakan ‘kelompok perang’,” kata Peskov.

x|close