Korsel dan Korut Saling Pamer Kekuatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 04:49
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. /ANTARA/Anadolu/py. Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Seoul - Korea Selatan dan Korea Utara kembali menunjukkan kemampuan militernya melalui serangkaian uji coba teknologi rudal yang berlangsung pada pekan lalu. Aktivitas militer kedua negara tersebut terjadi di tengah hubungan yang masih diwarnai ketegangan.

Dilansir dari AFP, Selasa, 13 Oktober 2026, Korea Selatan lebih dahulu menguji kendaraan peluncur hipersonik untuk rudal pada Kamis pekan lalu. Langkah Seoul itu dipandang sebagai bentuk provokasi yang berkaitan dengan kepentingan keamanan Korea Utara.

Beberapa jam setelah uji coba tersebut, Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah Laut Timur. Kantor Berita Yonhap melaporkan, setidaknya satu rudal yang ditembakkan Pyongyang menempuh jarak lebih dari 900 kilometer.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan atau Joint Chiefs of Staff (JCS) mendeteksi peluncuran rudal tersebut sekitar pukul 09.20 waktu setempat dari wilayah Pyongyang.

Juru bicara JCS, Jang Do Young, menyebut peluncuran itu kemungkinan juga bertujuan memperlihatkan kemajuan program pengembangan pertahanan Korea Utara yang direncanakan untuk lima tahun ke depan, sebagaimana dilaporkan Yonhap.

Baca Juga: Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Timur

Sementara itu, uji coba kendaraan luncur hipersonik yang dilakukan Seoul pada Kamis menjadi uji coba perdana untuk teknologi tersebut. Langkah ini disebut sebagai upaya Korea Selatan menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan persenjataan rudal canggih.

Aktivitas militer tersebut turut terpantau oleh Jepang. Pemerintah Tokyo mendeteksi dua objek yang diduga merupakan rudal balistik dan melaporkan bahwa keduanya jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.

Rangkaian peluncuran rudal terbaru ini berlangsung ketika ketegangan di Semenanjung Korea meningkat setelah insiden ledakan ranjau darat pada 21 September di Zona Demiliterisasi atau Demilitarized Zone (DMZ). Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga tentara Korea Selatan terluka, dengan dua di antaranya mengalami luka serius.

Pemerintah Korea Selatan menuding pasukan Korea Utara sengaja menempatkan ranjau di lokasi tersebut. Tuduhan itu didasarkan pada hasil penyelidikan bersama yang melibatkan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Insiden ranjau darat dan saling balas uji coba persenjataan tersebut menambah daftar persoalan keamanan yang memperburuk hubungan kedua Korea.

x|close