Keren! 16 Ilmuwan BRIN Sukses Tembus Daftar "Top 2% Scientists 2026"

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 11:10
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menko Polkam Dudung Abdurachman (tengah) didampingi Mendagri Tito Karnavian (kanan), Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono (kedua kanan), Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan (kedua kiri), dan Kepala BRIN Arif Satria (kiri) menyampaikan keterangan pers seusai menggelar rapat koordinasi tentang situasi terkini bidang politik dan keamanan di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (19/10/2026). Menko Polkam Dudung Abdurachman (tengah) didampingi Mendagri Tito Karnavian (kanan), Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono (kedua kanan), Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan (kedua kiri), dan Kepala BRIN Arif Satria (kiri) menyampaikan keterangan pers seusai menggelar rapat koordinasi tentang situasi terkini bidang politik dan keamanan di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (19/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 16 ilmuwan yang berafiliasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil masuk dalam daftar Top 2% Scientists 2026 untuk kategori single-year scientific impact, yang menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya dengan 12 ilmuwan.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menekankan pentingnya menjadikan riset sebagai solusi bagi pembangunan nasional.

"Masuknya 16 ilmuwan yang berafiliasi dengan BRIN dalam daftar Top 2% Scientists 2026 merupakan capaian yang patut kita apresiasi. Peningkatan ini menunjukkan perkembangan kontribusi ilmiah para periset kita di tingkat internasional," kata Arif dikonfirmasi di Jakarta, Senin (19/10).

Ia menilai reputasi ilmiah bukanlah tujuan akhir, melainkan bagaimana hasil riset dapat memberikan manfaat nyata.
 

"Namun, bagi BRIN, reputasi ilmiah bukanlah tujuan akhir. Kita ingin kualitas riset yang dihasilkan semakin kuat, semakin relevan, dan semakin mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan Indonesia," ujarnya melanjutkan.

Arif menegaskan bahwa keunggulan ilmiah harus berdampak langsung pada penyelesaian persoalan masyarakat.

"Riset yang unggul harus mampu bergerak dari pengetahuan menuju solusi, dari publikasi menuju pemanfaatan, dan dari penemuan menuju dampak. Inilah semangat untuk memastikan bahwa kekuatan ilmu pengetahuan dan inovasi dapat berkontribusi bagi kemajuan Indonesia," ucap dia.

Ia juga menambahkan bahwa target utama bukan sekadar pengakuan global, melainkan hilirisasi hasil riset.

"Target kita bukan hanya semakin banyak ilmuwan Indonesia yang diakui di tingkat dunia. Kita juga ingin semakin banyak hasil riset yang dimanfaatkan, semakin banyak inovasi yang dikembangkan bersama industri, dan semakin banyak persoalan masyarakat yang dapat dijawab melalui ilmu pengetahuan. Itulah bagaimana keunggulan ilmiah harus diterjemahkan menjadi dampak bagi Indonesia," tutur Arif Satria.
 

Secara nasional, Indonesia mencatatkan 272 ilmuwan dalam daftar 2026, naik dari 209 ilmuwan pada tahun sebelumnya, dengan BRIN berada di urutan kelima setelah Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Indonesia. Daftar tersebut bersumber dari basis data indikator sitasi ilmiah terstandardisasi oleh John P. A. Ioannidis melalui Elsevier Data Repository berdasarkan Scopus.

Adapun ke-16 ilmuwan BRIN yang masuk daftar tersebut meliputi Setyo Budi Kurniawan, Arumugam Priyadharsan, Muhammad Reza Cordova, Ratih Pangestuti, Hanggara Sudrajat, Widya Fatriasari, Andri Frediansyah, Danny Hilman Natawidjaja, Heru Agung Saputra, Muhammad Adly Rahandi Lubis, Melbi Mahardika, Zulvikar Syambani Ulhaq, Agung Dwi Laksono, Aswin Rafif Khairullah, Wawan Sujarwo, dan Abdi Wira Septama dari berbagai bidang keilmuan.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close