Danantara Hubungkan Industri Nasional dengan Teknologi dan Modal Global Lewat Forum Inovasi 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 11:43
thumbnail-author
Amanda Putri Utomo
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa

Ntvnews.id, Jakarta - Danantara Indonesia berupaya memperkuat daya saing industri strategis nasional dengan mempertemukan pelaku industri, pengembang teknologi, peneliti, dan investor internasional dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026. Forum ini dirancang untuk membuka akses terhadap teknologi mutakhir, jejaring inovasi global, keahlian ilmiah, serta pendanaan jangka panjang bagi pengembangan industri di Indonesia.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Jakarta tersebut akan membahas enam sektor strategis, yakni energi; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; transportasi dan infrastruktur; keuangan dan perbankan; serta kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital, dan telekomunikasi.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa mengatakan forum ini menjadi bagian dari upaya mendorong Danantara mengambil peran lebih besar dalam pengembangan industri berbasis teknologi sekaligus memperkuat investasi di sektor tersebut.

"Ke depan, harapan kami Danantara akan menjadi pionir, menjadi driver dan penggerak industri berbasis teknologi di Indonesia, sekaligus juga investasinya," kata Sigit dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

Baca Juga: CEO Danantara Hingga Kepala Ketua OJK Sambangi Istana

Menurut Sigit, DTIIF 2026 disiapkan sebagai wadah untuk memperkuat hubungan antara ekosistem industri dan investasi, sekaligus mendukung agenda pembangunan pemerintah Indonesia. Melalui forum ini, kolaborasi antara pemilik teknologi, pelaku usaha, dan penyedia modal diharapkan dapat menghasilkan pengembangan industri yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar.

Ia menekankan bahwa inovasi dan pemanfaatan teknologi merupakan faktor penting untuk meningkatkan nilai tambah industri nasional. Karena itu, keberhasilan penyelenggaraan forum tidak hanya dinilai dari jumlah peserta atau pertemuan yang berlangsung, tetapi juga dari realisasi kerja sama dan investasi setelah kegiatan berakhir.

"Kalau untuk tolok ukur keberhasilan adalah berapa banyak investasi dan kerja sama atau strategic partnership yang kita bangun melalui forum ini," kata Sigit.

Sementara itu, Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia Pahala Nugraha Mansury menyampaikan bahwa DTIIF juga diarahkan untuk memperkuat kepercayaan dan memperluas keterlibatan mitra internasional dalam ekosistem teknologi Indonesia.

Forum tersebut akan memberi ruang bagi para pemangku kepentingan global untuk melihat langsung potensi pengembangan teknologi dan inovasi di Tanah Air. Potensi itu mencakup hasil penelitian akademisi, kontribusi para inovator, serta kemampuan perusahaan Indonesia dalam mengembangkan solusi teknologi.

Pahala berharap, pertemuan langsung antara pelaku industri, peneliti, investor, dan mitra internasional dapat memperlihatkan keseriusan Indonesia dalam membangun ekosistem inovasi. Interaksi tersebut juga diharapkan memperkuat keyakinan investor terhadap peluang kerja sama dan penanaman modal di Indonesia.

DTIIF 2026 ditargetkan dihadiri sekitar 1.500 peserta selama tiga hari. Di antara peserta yang direncanakan hadir terdapat 170 inovator global, 131 CEO perusahaan teknologi internasional, 67 pusat riset dan inovasi, serta lebih dari 50 badan usaha milik negara (BUMN).

Selain itu, forum ini akan melibatkan peraih Nobel, investor berdaulat dan institusional, pejabat pemerintahan, mitra akademik, serta perusahaan rintisan yang tengah mengembangkan bisnis dan teknologinya.

Baca juga: Danantara Siap Serok Saham RI yang Rontok Usai Pengumuman MSCI

Rangkaian kegiatan akan dibagi ke dalam tiga agenda utama. Pada hari pertama, forum mengusung tema "Strategic Outlook and Global Partnership" dengan penekanan pada penyusunan prioritas strategis dan pembentukan kemitraan internasional.

Memasuki hari kedua, tema "Technology, Innovation, and Investment Collaboration" akan berfokus pada upaya mempertemukan pengembangan teknologi dan gagasan inovatif dengan kebutuhan industri serta sumber pendanaan.

Sementara itu, hari ketiga mengangkat tema "Youth, Inclusion, and Sustainable Future", yang menitikberatkan pada pembangunan ekosistem inovasi yang terbuka, inklusif, dan berkelanjutan untuk mendukung generasi mendatang.

Sejumlah agenda juga disiapkan untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan peluang investasi. Setelah sambutan dari pimpinan pemerintahan, menteri, dan tokoh ekonomi global, jajaran pimpinan Danantara Indonesia akan mem

(Sumber: Antara) 

x|close