Prabowo Soroti Geopolitik Global, Sebut Mata Uang dan Beras Jadi Senjata Negara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Okt 2026, 17:09
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti perubahan dinamika geopolitik dunia yang membuat instrumen ekonomi dan pangan semakin berpengaruh dalam persaingan antarnegara. Ia menilai mata uang, perdagangan internasional, hingga beras kini dapat digunakan sebagai alat untuk memperkuat posisi suatu negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

"Politik ekonomi sosial pertahanan tidak bisa dipisahkan, sekarang mata uang jadi senjata, sekarang ekspor-impor jadi senjata, sekarang pangan jadi senjata, beras jadi senjata," ungkap Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Prabowo mengatakan, persaingan global saat ini semakin ditentukan oleh kekuatan yang dimiliki masing-masing negara. Menurutnya, negara dengan kemampuan yang lebih kuat memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di tengah situasi dunia yang penuh tantangan.

"Yang tidak kuat kita lihat apa yang terjadi di Timur Tengah dimana-mana yang tidak kuat akan punah," bebernya.

Baca Juga: Akui Kabinetnya Gemuk, Prabowo: Negara Kita Fisiknya Sebesar Eropa

Di tengah kondisi tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional sebagai landasan bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik dan persaingan antarnegara.

Ia mengingatkan bahwa gagasan mengenai persatuan nasional telah lama disampaikan oleh Presiden pertama RI, Soekarno. Menurut Prabowo, semangat tersebut tetap relevan untuk menjadi pegangan bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan.

"Saudara-saudara apa yang dicanangkan oleh presiden pertama kita Bung Karno dulu dicemooh kan tapi ada satu benang merah, yaitu keyakinan beliau usaha beliau untuk selalu menjaga persatuan nasional," serunya.

Prabowo menekankan bahwa persatuan nasional menjadi salah satu prinsip penting yang perlu dipertahankan di tengah situasi global yang semakin kompetitif. Ia juga menyoroti keterkaitan antara politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga kepentingan nasional.

x|close