13 Siswi SMP di Tangsel Diduga Jadi Korban Bullying, Tiga Dirawat di Rumah Sakit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Okt 2026, 18:05
thumbnail-author
Muhamad Ridha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ilustrasi perundungan di institusi pendidikan. ANTARA/HO-Pexels/Mikhail Nilov Ilustrasi perundungan di institusi pendidikan. ANTARA/HO-Pexels/Mikhail Nilov (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 13 siswi SMPN 10 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, diduga mengalami perundungan yang dilakukan oleh kakak kelas mereka. Dari belasan siswi tersebut, tiga orang dilaporkan menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami sakit perut.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, kepolisian mengetahui kejadian tersebut dari informasi masyarakat. Petugas kemudian melakukan pengecekan untuk menindaklanjuti laporan awal tersebut.

"Kita mendapatkan korban perundungan itu ada 13 siswi. Nah ini cewek-cewek nih. Ini cewek-cewek, yang dilakukan oleh senior kelas mereka. Jadi kelas 3 kepada kelas di bawahnya," kata Bambang saat dihubungi pada Sabtu, 24 Oktober.

Berdasarkan hasil pengecekan awal, dugaan perundungan itu disebut terjadi di luar lingkungan sekolah, tepatnya di sebuah warung di sekitar wilayah Pondok Ranji, Ciputat.

Bambang menegaskan bahwa lokasi kejadian bukan berada di dalam area SMPN 10 Ciputat.

Dugaan perundungan tersebut bermula dari sebuah tantangan yang diberikan oleh kakak kelas kepada para siswi yang lebih muda. Mereka yang dianggap kalah atau melakukan kesalahan dalam tantangan itu diduga diminta meminum campuran sejumlah bahan.

"(Pakai cara) Challenge. Misalnya kan, 'Lu, junior kan? Challenge nih'. Kalau ada yang kalah atau salah, langsung suruh minum itu. Informasi awal, itu kayak kopi liong dicampur cuka, dicampur bawang putih," tutur Bambang.

Akibat kejadian tersebut, tiga siswi dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis karena mengalami sakit perut. Meski demikian, informasi mengenai kondisi terkini para korban belum dijelaskan lebih lanjut dalam keterangan yang diberikan.

"Ada 3 orang yang dirawat di rumah sakit infonya," tuturnya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Cikalang Cileunyi Bandung, Pemotor Tewas Terlindas Truk Box

Polisi telah mengarahkan keluarga korban untuk berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pendampingan serta pihak sekolah apabila ingin menempuh jalur hukum. Laporan dapat disampaikan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Polres Tangerang Selatan.

Bambang menyebut pendampingan juga melibatkan pihak sekolah, termasuk guru bimbingan dan konseling, agar keluarga korban memperoleh bantuan dalam proses pelaporan.

"Silakan nanti kalau mau buat laporan ke Unit PPA Satreskrim Polres Tangsel. Tapi ada UPTD yang dampingin, bahkan dari pihak guru bimbingan konselingnya mendampingi gitu," katanya.

Kasus ini masih perlu ditindaklanjuti untuk memastikan kronologi kejadian, kondisi para siswi, serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Baca Juga: Terlalu! Dokter Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Usia 4 Tahun di Bekasi

x|close