Kemenag Usulkan Gerakan Bersarung Sepekan Sekali bagi ASN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Okt 2026, 18:30
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Menteri Agama Nasaruddin Umar. Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menggagas gerakan bersarung dan berpeci sepekan sekali bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya. Inisiatif ini digulirkan sebagai langkah strategis untuk merawat identitas budaya Nusantara sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi nasional dalam momentum peringatan Hari Santri 2026.

"Festival sarung dan peci ini sebetulnya harus menjadi sebuah kegiatan rutin di Kementerian Agama. Saya setuju kalau seandainya teman-teman sepakat, sekali seminggu kita pakai sarung dan peci," ujar Menag Nasaruddin Umar, dikutip 24 Oktober 2026.

Baca Juga: Gandeng Kemenag, Muhaimin Bidik Pemberdayaan Ekonomi 42 Ribu Pesantren

Kendati demikian, Menag menegaskan bahwa penggunaan sarung dan peci tersebut bersifat anjuran dan tidak perlu dijadikan kewajiban yang mengikat. Fleksibilitas tetap diberikan dengan pertimbangan kenyamanan, kondisi, serta kebutuhan mobilitas pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Nasaruddin menjelaskan bahwa sarung dan peci memiliki nilai historis, filosofis, serta fungsi sosial yang erat dengan pembentukan identitas kebangsaan Indonesia. Sarung dinilai mencerminkan nilai kesetaraan, kebersamaan, dan sifat inklusif, sedangkan peci bertindak sebagai simbol kehormatan dan busana nasional yang melampaui batas keagamaan.

Ia meneladani sejumlah negara luar yang konsisten mempertahankan busana tradisional mereka hingga ke panggung internasional. Menurutnya, kemajuan zaman tidak sepatutnya mengikis identitas budaya lokal.

"Ukuran kemajuan suatu bangsa tidak ditandai dengan ditinggalkannya identitas budaya. Justru kemampuan mempertahankan dan mengembangkan tradisi merupakan bagian dari karakter masyarakat yang memiliki kepercayaan diri," tegasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, mengusulkan program konkret bertajuk "Selasa Bersarung" khusus di lingkungan Ditjen Pesantren. Pemilihan hari Selasa didasari atas keselarasan estetika dengan seragam kerja mingguan.

"Direktorat Jenderal Pesantren merencanakan, jika disetujui oleh Pak Menteri Agama, kami akan mencoba menetapkan satu hari kerja khusus di lingkungan Ditjen Pesantren untuk menggunakan sarung," kata Basnang.

"Semoga bisa kita anggap Selasa Bersarung. Kenapa? Karena kalau Selasa masih menggunakan baju putih, apa pun bentuk sarungnya tetap nyambung dengan bajunya," tambahnya.

Basnang menekankan bahwa gerakan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap tradisi pesantren sekaligus upaya mematahkan stigma negatif yang mengasosiasikan sarung dengan ketertinggalan atau penanda ketidakmodernan.

"Padahal, ukuran modern atau tradisional itu bukanlah terletak pada pakaian yang kita kenakan, melainkan pada cara berpikir dan cara kita memandang sesuatu," pungkas Basnang.

x|close