Ntvnews.id, Washington D.C – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan melancarkan operasi militer tambahan terhadap Iran. Pernyataan itu muncul ketika konflik kedua negara mendekati bulan kedelapan, sementara kenaikan harga bahan bakar mulai menjadi beban politik menjelang pemilu sela AS.
Dilansir dari Reuters, Minggu, 25 Oktober 2026, Trump menyampaikan hal tersebut saat membahas perang Iran dalam kampanye Partai Republik di Florida pada Jumat, 23 Oktober 2026 waktu setempat.
Dalam pidatonya, Trump menyinggung dua operasi militer AS terhadap Iran, yakni Operation Midnight Hammer dan Operation Epic Fury. Ia mengklaim kedua operasi tersebut telah memberikan kerusakan besar terhadap kemampuan nuklir Teheran.
"Kita telah melenyapkan kapasitas pengayaan nuklir Iran melalui Operation Midnight Hammer," kata Trump di hadapan para pendukungnya.
"Kalian ingat kejadian larut malam itu, salah satunya, dan kita menuntaskan sisanya melalui Operation Epic Fury," sebutnya.
Trump kemudian menyatakan bahwa Washington berpotensi kembali menggunakan kekuatan militer apabila Iran tidak bersedia mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik melalui jalur perundingan.
Baca Juga: Macron Kritik Trump hingga Netanyahu yang Komentari Demo Prancis
"Kita mungkin akan melakukan 'Epic Fury' kecil lainnya, atau mereka akan setuju (untuk bernegosiasi) ," cetus Trump.
"Jika mereka cerdas, mereka akan langsung berkata, 'Mari kita membahas ini dengan serius'," ucap Presiden AS itu merujuk pada Iran. Meski demikian, Trump mengaku meragukan Teheran akan mengambil langkah tersebut.
Sebelumnya, pada Jumat, 23 Oktober 2026, Trump menyatakan bahwa perang melawan Iran dapat diakhiri dalam waktu singkat. Namun, ia juga mempertanyakan apakah pemerintahannya perlu segera menyelesaikan konflik atau membiarkannya berakhir secara bertahap.
Sikap Trump mengenai arah dan jadwal perang Iran beberapa kali berubah dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal Oktober, ia sempat menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela pada 3 November mendatang. Pemilu tersebut akan menentukan partai yang menguasai Kongres AS.
Konflik Iran kini menjadi salah satu isu penting dalam kontestasi politik domestik AS. Sejumlah warga menyampaikan kekecewaan karena perang terus berlanjut. Pada saat yang sama, kenaikan harga bahan bakar dan berbagai kebutuhan pokok turut menekan kondisi ekonomi masyarakat.
Situasi tersebut ikut membayangi tingkat kepuasan publik terhadap Trump yang dilaporkan terus mengalami penurunan.
Sementara itu, upaya diplomatik untuk menghentikan perang yang dimediasi Qatar dan Pakistan belum menunjukkan kemajuan berarti. Proses perundingan menghadapi kebuntuan karena Washington dan Teheran masih bertahan pada tuntutan masing-masing.
Pernyataan terbaru Trump menambah ketidakpastian mengenai arah konflik, terutama terkait kemungkinan operasi militer lanjutan apabila jalur negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)