Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Tekankan Pentingnya Sehat Finansial-Fisik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Okt 2026, 14:10
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Tekankan Pentingnya Sehat Finansial-Fisik Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Tekankan Pentingnya Sehat Finansial-Fisik (Ist)

Ntvnews.id, Jakarta - Peringatan Bulan Inklusi Keuangan di DKI Jakarta dimeriahkan dengan gelaran Jakarta Financial Festival 2026 yang digelar di Blok M Square, Jakarta Selatan, pada 23-24 Oktober 2026.

Acara tersebut menjadi gelaran perdana di DKI, bekerja sama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian seremonial atas pelaksanaan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DKI Jakarta, salah satunya program Digitalisasi Pasar Inklusif.

Kegiatan bertujuan membuka akses keuangan seluas-luasnya untuk warga Jakarta, meningkatkan sinergi antar kementerian maupun lembaga, mendorong perluasan inklusi keuangan digital, serta meningkatkan proteksi perlindungan konsumen secara masif.

Baca Juga: Bank Jakarta Tandatangani 3 Kerja Sama Strategis BUMD, BUMN dan Perangkat Daerah

Dalam salah satu sesi diskusi bertajuk "Sehat Finansial, Sehat Badan, Sehat Jakarta", hadir None Jakarta 2026, Dokter Citra Poerwa yang juga bertindak sebagai narasumber utama.

Diskusi menghadirkan pula Pemimpin Grup Dana Ritel & Transaksional Bank Jakarta, Yuniar T. Manik, serta Corporate Credit Analyst Bank Jakarta, Dedi Akhmadi.

Citra lantas menjelaskan, definisi sehat secara holistik yang tidak terbatas pada fisik semata, melainkan mencakup kesiapan mental dan sosial.

"Berdasarkan definisinya sendiri, sehat itu ada tiga aspek. Sehat fisik, sehat mental, dan juga sehat sosial. Jadi bukan semata-mata tubuhnya saja, tapi pikiran kita nih, mentalnya bagaimana dalam menghadapi sehari-hari dan juga sosial, interaksi dengan lingkungan sekitarnya," kata Citra dalam sesi diskusi, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Citra menekankan bahwa menjaga kesehatan sejak usia muda adalah bentuk investasi jangka panjang agar seseorang tetap produktif hingga usia lanjut.

Baca Juga: Pemprov DKI Tetap Kuasai Saham Mayoritas Bank Jakarta dan PAM Jaya Meski Nanti Telah IPO

Untuk menjaga kebugaran fisik di tengah kesibukan kerja yang padat, ia menyarankan agar masyarakat pandai memanfaatkan waktu luang dengan bergerak aktif secara konsisten.

"Kalau fisik, aktivitas fisik tentunya harus dijaga. Kalau misalkan kita sekarang terlalu sibuk nih kerja, meeting sana sini, waktunya banyak habis di jalan, itu kan sebetulnya kita harus bisa yang namanya curi-curi waktu. Misalkan kita enggak sempat nih untuk ke tempat olahraga, untuk nge-gym, kita siasatin setiap habis makan itu kita jalan kaki lah. Jalan kaki lah 10 sampai 15 menit. Yang adem-adem aja di dalam kantor juga boleh, yang penting kita bergerak," tuturnya.

Selain pergerakan fisik, mengontrol pola makan seimbang dan menyaring beban pikiran (mindful) turut memengaruhi kestabilan hidup harian.

Tambah Citra, tekanan atau stres finansial memiliki keterkaitan erat yang berpotensi menurunkan kualitas kesehatan mental dan fisik seseorang.

"Ada jurnalnya yang betul membahas kalau stres finansial itu berpengaruh terhadap kesehatan mental dan juga fisik. Jadi kita harus bisa gimana caranya manage agar kita bisa lebih gimana caranya menghadapi permasalahan itu satu per satu lah. Nanti kalau misalkan dirasa sudah butuh bantuan profesional, jangan segan-segan untuk minta bantuan profesional," kata Citra.

Menanggapi pertanyaan mengenai tantangan yang dihadapi oleh generasi pelapis (sandwich generation) dalam membagi porsi finansial pribadi dan keluarga, Citra menyarankan agar selalu mengedepankan skala prioritas.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar harus diutamakan terlebih dahulu sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan sekunder maupun tersier.

"Mungkin kalau dari saya, kalau saya mungkin lebih ke kebutuhan dasarnya dulu ya yang harus dipenuhi. Antara kebutuhan diri sendiri dan keluarga pasti ada kebutuhan dasarnya dulu nih, baru yang sekunder yang tersiernya," ujar Citra.

x|close