Dasco Soroti Peredaran Narkoba dan Dampaknya terhadap Kreativitas Anak Muda

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Okt 2026, 17:01
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Ketua Majelis Tinggi sekaligus Ketua Dewan Penasihat DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Sufmi Dasco Ahmad Ketua Majelis Tinggi sekaligus Ketua Dewan Penasihat DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Sufmi Dasco Ahmad (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Majelis Tinggi sekaligus Ketua Dewan Penasihat DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan keprihatinannya terhadap persoalan kabut asap yang berdampak pada sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara serta ancaman peredaran narkoba di Indonesia. Ia mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian dan bersama-sama menghadapi berbagai persoalan tersebut.

Hal itu disampaikan Dasco dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026 di Sampoerna Strategic Building, Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Dasco menyinggung persoalan kabut asap yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk di Malaysia dan Singapura. Ia menyampaikan keprihatinan kepada warga di kedua negara yang turut merasakan dampak persoalan tersebut.

“Saya juga tidak lupa mengucapkan permohonan turut prihatin kepada saudara-saudara kita di Malaysia, di Singapura, yang rame di Medsos meminta perhatian kita untuk soal kabut asap yang baru-baru ini kemudian menjadi viral,” ujar Dasco.

Selain masalah kabut asap, Dasco juga menyoroti ancaman peredaran narkoba setelah menerima informasi mengenai pengungkapan kasus penyelundupan ketamin dalam jumlah besar. Ia menyebut aparat kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) baru-baru ini menangkap kapal yang membawa sekitar satu ton ketamin di Belawan.

Menurut Dasco, berdasarkan informasi yang diterimanya, kapal bernama MT Global 168 tersebut terdaftar atas nama perusahaan Malaysia, PT Makmur Marine Petroleum, dengan alamat di Johor Bahru, Malaysia.

Dasco menilai peredaran narkoba menjadi persoalan serius karena dapat mengancam masa depan generasi muda Indonesia. Oleh sebab itu, ia menekankan perlunya upaya bersama untuk mencegah dan memerangi penyalahgunaan narkoba.

“Artinya apa? Bahwa keprihatinan ini terhadap ancaman narkoba anak-anak negeri kita yang kemudian datang dari negeri-negeri atau negara-negara luar, salah satu tadi yang saya sebutkan,” katanya.

Baca Juga: Mendiktisaintek Dorong Ekonomi Kreatif Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menghambat potensi anak muda, termasuk kemampuan mereka untuk berkarya dan mengembangkan kreativitas. Menurutnya, generasi muda merupakan bagian penting dalam pembangunan ekonomi kreatif sehingga perlu dilindungi dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.

“Sehingga kita semua kemudian wajib berihtiar untuk kemudian memerangi bahaya yang sangat-sangat dapat merusak anak-anak negeri sehingga kalau sudah kena narkoba ini kreatifitasnya jadi sangat-sangat berkurang,” ujar Dasco.

Dalam sambutannya, Dasco juga menyampaikan apresiasi kepada para pengurus GEKRAFS yang terus berupaya mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia. Ia mengatakan telah menghadiri peringatan HEKRAFNAS selama empat tahun berturut-turut dan melihat semangat para pengurus untuk menjaga keberlangsungan gerakan tersebut.

Dasco berharap GEKRAFS terus berkembang dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menghasilkan karya serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Ia juga mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat kebersamaan dalam menghadapi tantangan, baik di dalam negeri maupun dalam persaingan internasional. Menurutnya, kreativitas generasi muda perlu didukung oleh lingkungan yang aman dan kondusif agar dapat berkembang secara optimal.

Dasco menutup sambutannya dengan harapan agar Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional terus berjalan dan peringatan HEKRAFNAS dapat diselenggarakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

x|close