Balas Serangan, Koalisi Saudi Hancurkan Peluncur Rudal Houthi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 15:26
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga memeriksa kerusakan setelah serangan udara, yang dilaporkan dilakukan oleh Arab Saudi, menargetkan distrik Asr yang dikuasai Houthi, Sanaa, Yaman, Sabtu (24/10/2026). Warga memeriksa kerusakan setelah serangan udara, yang dilaporkan dilakukan oleh Arab Saudi, menargetkan distrik Asr yang dikuasai Houthi, Sanaa, Yaman, Sabtu (24/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Yaman - Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang beroperasi di Yaman melancarkan serangkaian serangan udara terarah ke ibu kota Sanaa pada Senin dini hari waktu setempat. Operasi militer ini diklaim berhasil menghancurkan dua unit peluncur rudal balistik yang sebelumnya digunakan oleh kelompok pemberontak Houthi.

Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, mengungkapkan bahwa salah satu peluncur rudal yang berhasil dibombardir tersebut terdeteksi baru saja digunakan untuk melancarkan serangan terhadap ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dalam beberapa jam terakhir.

Melalui keterangan resmi yang diunggah melalui akun platform media sosial X, al-Maliki menegaskan bahwa pihak koalisi akan terus melanjutkan operasi militer secara intensif guna membongkar serta melumpuhkan jaringan infrastruktur rudal balistik milik kelompok Houthi.

Di sisi lain, pihak Tentara Yaman melaporkan bahwa pasukan darat mereka pada Minggu, 25 Oktober 2026, telah berhasil “melumpuhkan” sekitar 218 petempur serta komandan lapangan Houthi. Angka tersebut merupakan hasil dari total 753 operasi militer yang digelar dalam kurun waktu 24 jam terakhir, yang juga sukses menghancurkan atau merusak sedikitnya 78 kendaraan taktis militer dan berbagai jenis persenjataan musuh.

Militer Yaman menjelaskan bahwa rangkaian operasi gempuran tersebut secara spesifik menyasar pusat komando garis depan, benteng-benteng pertahanan, titik posisi penembakan, kantong konsentrasi pasukan, jalur bala bantuan, hingga armada kendaraan logistik dalam kerangka besar Operasi Fajar Yaman.

Intensitas serangan tersebut dilaporkan berhasil menghambat pergerakan pasokan bala bantuan kelompok Houthi yang hendak menuju ke garis depan pertempuran, sekaligus memberikan dukungan taktis bagi operasi penyergapan serta serangan darat yang dilancarkan oleh pasukan pemerintah.

Kendati demikian, pihak Tentara Yaman belum merinci secara detail mengenai jumlah korban tewas maupun luka-luka dari total 218 orang yang diklaim telah dilumpuhkan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepemimpinan kelompok Houthi juga belum memberikan tanggapan atau komentar resmi terkait klaim serangan ini.

Konflik berkepanjangan di Yaman sendiri telah berkobar sejak kelompok Houthi berhasil merebut kendali atas ibu kota Sanaa serta sejumlah provinsi penting pada tahun 2014 silam. Situasi ini kemudian memicu intervensi militer dari koalisi pimpinan Arab Saudi pada tahun 2015 guna memulihkan kekuasaan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Hingga saat ini, kelompok Houthi masih menguasai sebagian besar wilayah di bagian utara dan barat Yaman, termasuk Sanaa. Sementara itu, kubu pemerintah Yaman yang sah beserta aliansi pasukannya tetap memegang kendali atas kota Aden serta sebagian besar wilayah di sektor selatan dan timur negara tersebut.

Kendati demikian, eskalasi pertempuran yang kembali membara terus mengubah dinamika garis depan, terutama di sepanjang kawasan pesisir Laut Merah di mana perebutan wilayah strategis masih terus berlangsung.

(Sumber: Antara)
 
x|close