Depan Wali Kota Bekasi, Pramono Siap Bangun Halte Transjabodetabek

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 16:35
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono Pramono Anung dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id , Jakarta - Persoalan halte Transjabodetabek di Bekasi, Jawa Barat disentil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia bahkan menyatakan Pemprov DKI siap turun tangan membangun halte apabila fasilitas tersebut tak kunjung direalisasikan.

Pernyataan itu disampaikan Pramono secara langsung di hadapan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengelolaan sampah di TPST Bantargebang, Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.

Ia mengatakan dirinya kerap menerima keluhan dari warga Bekasi yang menggunakan layanan Transjabodetabek. Salah satu keluhan yang disampaikan adalah belum tersedianya halte yang memadai di wilayah tersebut.

Pramono menyebut kebutuhan halte menjadi pertanyaan yang cukup sering disampaikan pengguna transportasi umum, khususnya masyarakat Bekasi.

Baca Juga: Pramono Ingin Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia

"Ada pertanyaan dari para pengguna terutama dari warga Bekasi. Kenapa haltenya enggak dibangun-bangun gitu. Sebab kalau haltenya enggak dibangun, nanti kami yang bangunin nanti salah lho malah. Tetapi kalau enggak dibangun, nanti kami yang bangunin enggak apa-apa juga sih," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di hadapan Tri Adhianto dalam forum yang juga membahas penguatan kerja sama antara Jakarta dan Bekasi.

Bus Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta <b>(Humas DKI)</b> Bus Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta (Humas DKI)

Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI pada dasarnya tidak mempermasalahkan apabila harus ikut membangun fasilitas transportasi tersebut. Namun, persoalan kewenangan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena lokasi halte berada di wilayah Kota Bekasi.

Pramono menilai persoalan pembangunan halte seharusnya dapat diselesaikan melalui koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi.

Menurutnya, pembangunan transportasi di kawasan aglomerasi tidak dapat hanya melihat batas administratif. Konektivitas antardaerah harus diperkuat agar masyarakat mendapatkan layanan transportasi umum yang semakin mudah dan nyaman.

Pramono mengatakan Pemprov DKI tidak keberatan membantu pembangunan halte jika memang diperlukan.

Baca Juga: Pramono Dorong Jakarta Jadi Pusat Perfilman Asia Tenggara

Selain itu, Pramono juga membeberkan jumlah pengguna layanan Transjabodetabek menuju Bekasi.

Saat ini, jumlah penumpang menuju Bekasi berada di kisaran 4.000 hingga 5.000 orang per hari. Angka tersebut masih berada di bawah jumlah pengguna rute menuju Bogor yang mencapai sekitar 8.000 hingga 10.000 penumpang per hari.

"Sekarang memang yang paling tinggi itu Bogor. Bogor itu harian antara 8.000 sampai 10.000, Bekasi antara 4.000–5.000," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

x|close