Pramono Ajak Generasi Muda Rawat Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 17:18
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Pemprov DKI)

Ntvnews.id , Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengajak generasi muda untuk tak sekadar menjadi penikmat pembangunan, tetapi ikut ambil peran menjaga dan merawat Jakarta. Menurutnya, masa depan ibu kota sangat bergantung pada kepedulian serta kontribusi anak muda saat ini.

Pesan tersebut disampaikan Pramono ketika menghadiri Workshop Aspirasi Orang Muda Jakarta -Kawula17 Goes to School Tahun 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai, keterlibatan generasi muda menjadi semakin penting karena Jakarta tengah bersiap menuju momentum bersejarah, yakni 500 tahun Jakarta yang akan diperingati pada 22 Juni 2027.

Ia berharap anak-anak muda mulai mengambil peran nyata dalam menjaga lingkungan, membangun ruang kota yang lebih inklusif, serta menciptakan Jakarta yang nyaman dan berkelanjutan bagi generasi berikutnya.

"Sebagai calon-calon pemimpin bangsa ke depan, kalian semua yang bertanggung jawab untuk merawat, menjaga, dan saya yakin dalam kepemimpinan anak-anak muda seperti Angelika dan kalian semua, pasti Jakarta di tangan yang lebih baik," katanya.

Baca Juga: Pramono Ingin Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia

Workshop tersebut diikuti 120 pelajar dari 15 SMA/SMK sederajat di DKI Jakarta. Para peserta mendapatkan ruang untuk menyampaikan pandangan sekaligus aspirasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi Jakarta.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah persoalan lingkungan. Para pelajar didorong untuk melihat masalah kota bukan hanya sebagai tanggung jawab pemerintah, tetapi juga sebagai persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda.

Pramono berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi semata. Ia ingin aspirasi yang disampaikan para pelajar dapat menjadi bekal untuk membangun kepedulian sekaligus mendorong perubahan positif, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Menurutnya, generasi muda perlu dipersiapkan agar memiliki kemampuan dan keberanian untuk mengambil peran dalam berbagai persoalan yang dihadapi Jakarta dan Indonesia. Ia pun berharap peserta workshop kelak tumbuh menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi konkret bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Co-Founder sekaligus Program Manager Kawula17, Maria Angelica Christy menegaskan bahwa suara generasi muda perlu mendapat ruang dalam proses pembangunan Jakarta.

Ia mengatakan, mewujudkan Jakarta yang inklusif, aman, dan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Anak muda, kata dia, menjadi salah satu kelompok yang paling berkepentingan karena mereka akan merasakan dampak dari berbagai keputusan pembangunan yang dibuat saat ini.

Menurut Maria, persoalan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari masa depan generasi muda Jakarta.

Baca Juga: Pramono Tanggapi Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

“Artinya, kondisi air, udara, ruang hijau, dan energi yang kita putuskan hari ini akan menentukan kualitas hidup kami puluhan tahun mendatang. Dengan kata lain, persoalan lingkungan Jakarta adalah persoalan orang muda Jakarta,” tuturnya.

Tambah Maria, partisipasi tersebut dengan semangat Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, keberanian anak muda menyuarakan persoalan kota merupakan bagian dari kontribusi mereka dalam menentukan arah pembangunan Jakarta.

“Kami meyakini DKI Jakarta yang inklusif, aman, dan berkelanjutan khususnya tumbuh dari kesediaan untuk saling mendengarkan, khususnya dari suara orang muda. Dengan demikian, perjalanan menuju lima abad Jakarta dapat ditempuh bersama seluruh warganya, terutama orang muda,” pungkasnya.

x|close